SuaraSulsel.id - Nilai zakat fitrah di Kabupaten Gorontalo jika dikonversi dalam bentuk uang, ditetapkan sebesar Rp 30 ribu per jiwa.
Hal tersebut ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan Pemkab Gorontalo bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta para pemangku adat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Hadijah U Tayeb, mengatakan untuk besaran zakat fitrah di Kabupaten Gorontalo ditetapkan satu golongan.
“Disepakati sebesar Rp 30 ribu per jiwa,” ujar Hadijah Thayeb kepada gopos.id -- jaringan Suara.com, Selasa (20/4/2021).
Hadijah mengatakan sebelumnya Pemerintah Daerah beserta pemangku adat, dan MUI sudah melaksanakan rapat yang bertanggung jawab atas penetapan besaran zakat fitrah.
Hal ini juga sudah sejalan dengan surat edaran yang telah disetujui oleh Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo atas besaran zakatnya.
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Astri Tuna mengungkapkan, tujuan dari 1 golongan zakat fitrah ini ialah dilakukan tujuannya membelajarkan pribadi dalam membersihkan diri sendiri.
Sementara itu Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara juga telah mengumumkan nilai zakat fitrah 1442 Hijriah atau 2021 Masehi.
Zakat fitrah di Kabupaten Konawe ditetapkan senilai Rp 23.750/jiwa atau dengan hitungan 2,5 kg atau 3,5 liter beras per jiwa.
Nilai zakat fitrah jika dirupiahkan ini berkurang jika dibandingkan dengan jumlah zakat fitrah tahun 2020.
Baca Juga: Pemerintah Turunkan Nilai Zakat Fitrah di Kabupaten Konawe Karena Ini
Tahun lalu nilai zakat fitrah di Kabupaten Konawe sebesar Rp 28.000/jiwa atau beras 3,5 liter beras/jiwa.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Konawe, Marjuni Ma'mir mengatakan, penurunan nilai zakat fitrah ini karena berpengaruh pada harga beras yang cukup stabil.
Menurut Marjuni, saat ini di Konawe memasuki musim panen. Jadi harga stabil dan kebutuhan pangan cukup.
"Hasil musyawarah kita bersama instansi terkait, kita tetapkan zakat fitrah turun dari tahun lalu," ungkap Marjuni kepada telisik.id -- jaringan Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Beredar Surat 'Bebas' Kasat Narkoba Toraja Utara, Propam Polda Sulsel Buka Suara
-
Perempuan di Makassar Bakar Diri atau Dibakar? Ini Jawaban Kapolsek Manggala
-
Tragedi di Makassar: Kekasih Diduga Siram Bensin, Perempuan Ini Kritis Akibat Luka Bakar
-
Wali Kota Khawatir Generasi Muda Mulai Malu Pakai Bahasa Makassar
-
Komnas HAM Desak Polri Stop Kultur Kekerasan di Asrama