Lebar bangunan Masjid Al Fatih Al Anshar alias Masjid Kakbah itu, kata Wahyu, hanya 9 meter dengan panjang 17 meter. Semua ini karena angka sembilan itu diambil dari tanggal 9, saat proses peletakan batu pertama Masjid Al Fatih Al Anshar.
Sementara, untuk angka 17 diambil dari jumlah rakaat salat lima waktu yang dikerjakan umat muslim setiap harinya.
"Untuk kaligrafi yang ada di lantai dua yang berbentuk pohon rindang Asmaul Husnah bertuliskan 99 nama-nama Allah SWT. Demikian juga yang ada didepan ini tentang kalimat Allah. Membuktikan bahwa sinyal kehidupan pada akhirnya semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT," urai Wahyu.
Dengan semua keunikan Masjid Al Fatih Al Anshar itu, kata dia, para jemaah yang berasal dari daerah selalu mengambil kesempatan berfoto. Untuk mengunjungi masjid yang memiliki miniatur bangunan menyerupai Kakbah tersebut.
Baca Juga: Beduk Masjid Agung Solo Ditabuh Setiap Tengah Malam di Bulan Ramadhan
"Dia sempatkan untuk datang ke masjid ini karena penasaran katanya. Ada juga sebagian yang singgah di depan jalan itu, dia bermunajat berdoa. Seolah-olah dalam doanya itu mengatakan Ya Allah janganlah engkau biarkan hambamu ini memandang cuma miniatur Kakbah. Sehingga kami bisa berziarah ke Baitullah dan ke makam Rasulullah. Baik melaksanakan ibadah haji maupun umrah," papar Wahyu.
Masjid Al Fatih Al Anshar telah dimanfaatkan oleh warga untuk melaksanakan ibadah sejak tujuh tahun lalu. Jemaah masjid masyoritas masyarakat yang bermukim di sekitar Jalan Paccinang Raya, Makassar.
"Aktivitas selama Ramadhan tentunya pelaksanaan salat sunah tarawih, kalau salat wajib kan itu sudah utama, salat witir dan tadarrus Alquran. Kemudian buka puasa bersama selama satu bulan full dan insyaallah bersantap malam bersama di Masjid Al Fatih Al Ansar ini," katanya.
"Kalau respon warga melihat Masjid Al Fatih Al Fatih ini, mereka sangat kagum. Dan banyak yang mengikuti menjadi inspirasi, bahkan beberapa masjid mengikuti termasuk desain di dalamnya. Baik di daerah lain maupun di Makassar. Ada beberapa masjid yang mengikuti. Artinya masyarakat senang dan antusias," sambung Wahyu.
Kontributor : Muhammad Aidil
Baca Juga: Bikin Puasa Engga Berasa, Ini Ide Ngabuburit yang Bisa Dicoba
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ray Sahetapy Mualaf di Masjid Istiqlal, Anak Ingin Perjalanan Islam Ayahnya Ditutup di Sana
-
7 Fakta Menarik Musala Ruben Onsu, Sarwendah Dulu Ikut Resmikan
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Hina Indonesia Negara Miskin, Anco Jansen Kini Semprot Mees Hilgers Cs
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka