SuaraSulsel.id - Sekitar 20 persen atau 1.470.662 (juta) orang dari jumlah pemudik Sulsel 7.104.650 (juta) orang diprediksi akan melakukan mudik.
"Sementara pemudik setelah H+7 sebesar 4.6 persen atau 326.814 (ribu) orang," kata Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah, Sabtu (17/4/2021).
Ia mengatakan, persentase daerah tujuan mudik angkutan lebaran Sulsel masih tergolong rendah dari daerah lainnya.
Daerah tujuan mudik tertinggi ialah Jawa Tengah 37 persen, Jawa Barat 23 persen, dan Jawa Timur 14 persen.
"Kita di Sulsel persentase daerah tujuan mudik 0,5 persen, termasuk rendah, dibanding daerah lain di Jawa," sebutnya.
Transportasi darat seperti kendaraan umum, kendaraan perseorangan, angkutan sungai, danau dan penyeberangan akan dilarang. Terkecuali untuk perjalanan dalam kawasan aglomerasi atau wilayah perkotaan, khusus di Maros-Makassar-Gowa-Takalar atau Mamminasata.
"Ini berlaku bagi pekerja, kan banyak orang Gowa, Maros, dan Takalar bekerja di Makassar, itu dibolehkan tapi harus dilengkapi surat tugas," jelas Arafah.
Selanjutnya, kebijakan transportasi udara. Kata Arafah, larangan pengoperasian sarana transportasi udara berlaku untuk semua pesawat penumpang, kecuali pimpinan tinggi negara dan tamu kenegaraan, angkutan kargo, angkuran perintis, serta seizin direktorat jenderal perhubungan udara.
Kebijakan transportasi laut, dikecualikan bagi kapal penumpang yang melayani pemulangan TNI, PMI, WNIB, ABK WNI yang bekerja di kapal asing, angkutan laut antar pulau, serta angkutan barang logistik.
Baca Juga: Bocor Tarif Endorse Ayu Ting Ting, Ini Detailnya
"Bagi pelanggar akan dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan," tegas Arafah.
Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Sentoe menambahkan, pihaknya akan membentuk pos penyekatan pada lebaran. Pos itu akan ditempatkan di masing-masing perbatasan kabupaten/kota se-Sulsel.
"Sedang kita rencanakan, sedang kita atur. Kemarin kita survei beberapa perbatasan yang akan menjadi pos penyekatan," ujarnya.
Penempatan pos dimulai pada 6-17 Mei 2021 saat aturan larangan mudik diberlakukan. Namun sebagai antisipasi, pihaknya sudah mulai menggelar operasi keselamatan.
Operasi keselamatan ini, kata dia, sudah dimulai sejak tanggal 12- 25 April 2021 nanti. Sekaligus sebagai sosialisasi.
"Operasi keselamatan itulah salah satu mengimbau protokol kesehatan, tertib berlalu lintas terus tidak mudik nanti," katanya.
Berita Terkait
-
Tiadakan Mudik Lebaran 2021, Jokowi Ajak Belajar dari Pengalaman Tahun Lalu
-
Mudik Lebaran Dilarang, Pemprov Jateng Masifkan Sosialisasi
-
Mudik Lebaran ke Purbalingga, Pendatang Wajib Tunjukan Hasil Tes Covid-19
-
Larangan Mudik Lebaran: Bagaimana Psikologis dan Ekonomi Masyarakat?
-
Warga Jogja Hanya Diperbolehkan Mudik Lokal Saat Libur Lebaran
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan
-
Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC
-
SPBU Baru Akan Dibangun di Kawasan CPI Hari Ini