SuaraSulsel.id - Geger lagu milik penyanyi muda asal Maluku, Emola yang berjudul Ale itu L***e membuat Wali Kota Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy akan melaporkan ke polisi untuk melacak akum yang mengatasnamakan Ambon Musik Office.
Langkah tersebut dilakukan setelah ratusan perempuan melakukan aksi protes dan membuat petisi terkait lagu tersebut.
“Kita sepakat untuk nanti akan memberikan laporan kepada polisi supaya melacak akun tersebut,” kata Richard kepada wartawan di Balai Kota Ambon seperti dilansir Terasmaluku.com-jaringan Suara.com pada Kamis (18/3/2021).
Dia mengemukakan, judul lagu yang diciptakan tersebut meresahan kepada kaum perempuan di Maluku khususnya di Kota Ambon. Lagu tersebut juga dinilai sangat mendeskriditkan kaum perempuan.
“Ada 200 perempuan yang memberikan petisi kepada saya untuk merespon itu,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada musisi untuk berkreasi sebagai wujud dari kota kreatif. Namun karya itu juga harus mempertimbangkan nilai nilai kultural di masyarakat.
“Kita tidak batasi kreatifitas musisi yang ada, tetapi harus juga melihat nilai nilai kultural agar tidak menimbulkan masalah,” katanya.
Ditambahkannya pula, Pemkot Ambon juga akan menyurati ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) agar lagu tersebut tidak lagi disebarluaskan di media sosial YouTube.
Untuk diketahui, aktivis perempuan di Maluku memprotes penyanyi muda Maluku Emola, yang menayangkan video lagu berjudul "Ale itu L***e" pada channel youtubenya.
Baca Juga: Bercanda Pegang Kemaluan Anak Laki-laki, Pemuda di Ambon Ditahan Polisi
"Perempuan Maluku mendapatkan pukulan hebat karena seorang penyanyi muda Maluku yang berdomisili di Jakarta. Lagu ini berisi lirik yang dinilai seronok dan melecehkan martabat perempuan," kata Koordinator Suara Millennial Maluku (SMM) Katrin Wokanubun seperti dilansir Antara pada Senin (15/3/2021).
Dia mengemukakan, jika lagu tersebut menceritakan seorang lelaki yang jatuh cinta pada seorang gadis cantik, sopan dan romantis, dan berharap berjodoh dengannya, hingga telah memperkenalkannya pada orang tua. Tetapi lelaki itu merasa dibohongi karena pada suatu malam tanpa sengaja mendapatinya sedang berada di jalan, dan mengatakan, ternyata kamu itu lonte.
"Saya tidak mengerti kenapa pencipta lagu itu memilih judul yang demikian vulgar dan merangkai kata-kata yang sexis dan melecehkan perempuan dalam lirik yang cukup panjang. Apa yang salah dengan perempuan yang masih ada di jalanan pada malam hari atau bahkan tengah malam. Apapun pekerjaannya itu hak dia, tak ada yang boleh memberi cap apapun," katanya.
Direktur Yayasan mutiara Maluku Lusi Peilouw mengatakan, judul maupun lirik lagu sangat mendiskriminasi perempuan bahkan cenderung melanggengkan stigmatisasi bahwa perempuan yang masih ada di jalan pada malam hari itu bukan perempuan baik-baik.
"Padahal selama ini kita semua berusaha keras menghilangkan stigma itu dari masyarakat kita. Apalagi, kita tahu bahwa stigma yang demikian telah menjadi salah," kata Lusi
Menurut Lusi, lagu seperti ini adalah satu pemicu munculnya kasus pemerkosaan, kemudian menciptakan perilaku victim blaming yang masih sangat sulit dihilangkan. Korban selalu disalahkan, mengapa sudah malam masih ada di jalan sehingga akhirnya diperkosa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini
-
Lagi-lagi Antre Solar Makan Korban, Petugas SPBU di Mamuju Dibacok Sopir Truk
-
Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private
-
BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan
-
57 Pelajar Keracunan MBG di Kendari, Kepala SPPG Minta Maaf