SuaraSulsel.id - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK mulai menggali keterangan Gubernur Sulawesi Selatan non aktif Nurdin Abdullah. Pemeriksaan perdana Nurdin Abdullah sebagai tersangka dilakukan KPK Senin, 8 Maret 2021.
Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Tim Penyidik KPK mendalami soal uang proyek yang didapatkan tersangka Nurdin Abdullah, dari tersangka Agung Sucipto. Sejumlah uang diduga didapatkan Nurdin Abdullah melalui Edy Rahmat.
"Tersangka NA, tersangka ER, dan tersangka AS, masing-masing diperiksa Tim Penyidik KPK dalam kapasitas sebagai saling menjadi saksi," ujar Ali.
Ali mengatakan sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel didapatkan Agung Sucipto melalui persetujuan Nurdin Abdullah, melalui Edy Rahmat.
KPK juga mengkonfirmasi terkait teknis penyerahan sejumlah uang ke Nurdin Abdullah.
"Keterangan selengkapnya tentu telah tertuang di dalam BAP pemeriksaan yang akan diungkap di depan persidangan yang terbuka untuk umum nanti," jelas Ali.
Sebelumnya, Nurdin Abdullah dan dua tersangka lainnya sudah diminta menandatangani penyitaan barang bukti pada Jumat pekan lalu.
Barang bukti yang dimaksud adalah hasil penggeledahan yang dilakukan oleh KPK. Tim penyidik menggeledah enam titik dan menemukan uang tunai dan mata uang asing.
Enam titik itu yakni Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rumah Dinas Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel, Kantor Dinas PUTR, rumah pribadi Nurdin Abdullah, rumah pribadi Agung Sucipto, dan Kantor Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel.
Baca Juga: Terbaru! Geledah di 4 Lokasi Nurdin Abdullah KPK Temukan Ini
KPK menemukan uang tunai sekitar Rp 1,4 miliar dan uang mata uang asing sebesar USD 10.000 dan SGD 190.000. Uang itu diakui Nurdin adalah bantuan untuk masjid.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting
-
Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin
-
Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen