Jabatannya sebagai Kepala Inspektorat kala itu setidaknya bisa punya rumah tipe 74. Namun, niatnya diundur-undur terus sehingga belum tercapai sampai sekarang.
"Iya, tidak punya rumah, kalau mau punya rumah, bisa saja. Saya ketika di Makassar, masuk jadi PNS biasanya kan tipe 36. Jadi saya berpikir, tunggu lah mungkin bisa dapat tipe 74. Ternyata pendapatan kita tidak mampu mengimbangi kenaikan dari harga rumah," tambahnya.
Namun, ia bersyukur lahir dan besar di keluarga yang punya pemukiman yang luas. Ia bisa pulang ke kampung halamannya kapan saja.
Ia juga masih bercita-cita untuk tetap punya rumah ke depan. Setidaknya bisa diwariskan untuk putrinya kelak.
"Sehingga ini yang selalu menjadi kapan (punya rumah). Tetap saya punya cita-cita, karena kebetulan anak saya satu. Masa sih tidak punya rumah. Paling tidak rumah kayu saja dibuatkan," tandasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Listrik Sulsel Mulai Dipadamkan, Pemprov Sulsel Terima Laporan Penyebabnya
-
PSM Makassar Belanja Besar-Besaran, 10 Pemain Asing Sudah Dikunci
-
Kapolri Ganti Kapolres Barru, Tana Toraja, Hingga Luwu Timur
-
Pemadaman Listrik Bergilir 2 Jam Sehari di Sulsel
-
Kinerja Makin Solid, BRI Raih Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026