SuaraSulsel.id - Tren kasus prostitusi online di Sulawesi Selatan marak dan cenderung meningkat. Hingga Februari 2021, tercatat ada 30 kasus.
Hal tersebut dikatakan Kepala UPT Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulsel, Meysi Papayungan. Kasusnya meningkat tiap tahun.
"Tahun ini saja kami menerima laporan hingga 30 kasus adanya protitusi online," kata Meysi, Kamis (18/2/2021).
Ia mengaku sebenarnya kasus prostitusi itu tinggi sekali. Hanya saja, pelaporannya masih minim.
Ada beberapa faktor penyebabnya, kata Meisy. Semisal, keluarga yang tidak kooperatif dan memilih diam, hingga tidak adanya saksi. Hal seperti ini yang menyulitkan kasus ini diusut oleh pihak berwajib.
"Sehingga tidak heran kalau kasusnya mandek karena faktor-faktor ini. Padahal, fakta kejadian banyak sebenarnya," jelasnya.
Ia tak menampik soal tingginya kasus selama pandemi Covid-19. Kalangan remaja yang paling banyak terlibat, kata Meisy.
Menurutnya, masalah perekonomian selama pandemi dan masifnya penggunaan media sosial jadi salah satu alasan, kenapa kasus protistusi kian marak.
"Apalagi remaja yang paling aktif bermedia sosial. Sehingga transaksi secara online juga kian masif," bebernya.
Baca Juga: Ditanya Kapan Pandemi Covid-19 Akan Berakhir, Prof Wiku Punya Jawaban Mudah
Pihaknya mendapati, rata-rata mereka yang terlibat adalah masyarakat yang perekonomiannya rendah. Ketika ada iming-imingan tawaran, langsung tertarik karena kebutuhan hidup.
Diketahui, baru-baru ini, Tim Polrestabes Makassar menangkap 14 remaja yang terlibat jaringan prostitusi online. Mereka diamankan di salah satu hotel di bilangan Jalan Veteran, Makassar.
Delapan orang PSK yang diamankan adalah para remaja yang masih dibawah umur. Selain itu, ada 8 pria hidung belang turut diamankan.
Dari hasil interogasi polisi terungkap mereka rata-rata diperjualbelikan dengan tarif hingga Rp 1 juta per malam.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Mars Gelontorkan Rp48 Miliar untuk Program Komunitas Kakao di Indonesia
-
Skenario Bohong Kematian Bripda Dirja Runtuh, Kapolda Sulsel: Korban Disiksa Usai Subuh
-
Viral, Pelesetkan Ayat Al-Qur'an Saat Live Facebook, Dua IRT di Bulukumba Diciduk Polisi
-
5,3 Juta Orang Diprediksi Masuk Sulsel, Tujuh Masjid Disiapkan Tampung Pemudik
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli