Muhammad Yunus
Selasa, 02 Februari 2021 | 21:17 WIB
Ilustrasi Headset / [SuaraSulsel.id / Muhammad Yunus]

SuaraSulsel.id - Kematian Isran Hadi mengejutkan warga Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Pasalnya, kematian pemuda berusia 21 tahun itu diduga berkaitan dengan headset yang digunakan saat tidur.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, telah berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait adanya kematian warga tersebut.

Pihak keluarga dikabarkan menolak untuk dilakukan visum, dan ikhlas atas kematian korban.

Warga berspekulasi, korban meninggal karena terkena radiasi dan kesetrum aliran listrik. Saat tidur mendengarkan musik memakai headset.

Informasi yang diperoleh gopos.id -- jaringan suara.com, sebelum tidur Senin (1/2/2021) malam, Isran menyetel lagu di handphone dan memasang headset.

Setelah itu ia tidur sambil menggunakan headset dan mengisi daya baterai handphone.

Saat itu, Isran tidur di lantai dengan posisi telungkup. Ia tidur beralaskan matras.

Hari ini, Selasa (2/2/2021) pagi pukul 08.00 Wita, Isran dibangunkan oleh orang tuanya. Akan tetapi, Isran tak bergerak.

Saat tubuhnya dibalikkan, saat itu orang tuanya melihat di samping tempat tidur terdapat ceceran darah. Bersamaan dengan itu Isran diketahui telah meninggal dunia.

Baca Juga: Perempuan Dalam Video Asusila yang Direkam Oknum Polisi Angkat Bicara

Isran Hadi meninggal di Kabupaten Gorontalo. Sebelumnya disebut meninggal karena tidur memakai headset / [Foto Gopos.id]

Kepolisian memastikan kematian seorang pemuda di Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Isran Hadi, akibat sakit yang diderita. Kepastian itu sekaligus membantah dugaan kematian korban akibat headset.

Sebelumnya beredar kabar bila sebelum ditemukan meninggal, Isran Hadi, tidur menggunakan headset dengan handphone yang terisi daya.

Hal itu lalu memunculkan dugaan bila kematian pria berusia 21 tahun itu dikaitkan dengan radiasi headset.

“Jadi kematian korban bukan akibat headset,” tegas Kapolsek Tibawa, Iptu Abdus Syafi, Selasa (2/2/2021).

Abdus Syafi menjelaskan, korban diketahui mengidap sakit sesak napas dan epilepsi. Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Tibawa, korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya kambuh dan tak sempat tertolong.

“Korban berasal dari Dulamayo, Bongomeme. Korban datang ke keluarganya di Desa Molowahu Diperkirakan korban meninggal pada malam hari, dan baru diketahui pada pagi harinya,” tutur Syafi.

Load More