SuaraSulsel.id - Proses vaksinasi di tiga kabupaten/kota di Sulawesi Selatan lambat. Hingga akhir Januari 2021, prosesnya tidak mencapai target.
Dinas Kesehatan Sulsel berdalih, masalah aplikasi jadi penyebabnya. Para tenaga kesehatan atau nakes kesulitan mengakses formulir registrasi ulang di aplikasi.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari mengatakan, pihaknya sudah mengajukan diskresi ke Kementerian Kesehatan. Jika harus dilakukan secara online, maka target vaksinasi untuk nakes secara nasional tidak akan tercapai.
Kementerian Kesehatan kemudian menyetujui pedaftaran vaksinasi nakes dilakukan secara offline. Seluruh rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta bisa melayani penyuntikan.
"Vaksinasi massal bahkan dilakukan di GOR Universitas Hasanuddin agar target vaksinasi Sulsel bisa dicapai," kata Ichsan, Selasa (2/2/2021).
Vaksinasi massal itu melibatkan seluruh Rumah Sakit (RS) milik pusat, Pemprov Sulsel, swasta yang ada di Kota Makassar. Kemudian Balai Kesehatan, Fakultas Kedokteran Unhas, dan UPT Dinas Kesehatan Sulsel.
Ichsan mengaku ada 4.804 orang yang ditarget dari vaksinasi massal selama tiga hari itu. Adapun tim vaksinator diambil dari RS Wahidin Sudirohusodo, RS Unhas, RS Tajuddin Khalid, RS Fatima, RS Pertiwi, RS Awal Bros, dan Dinas Kesehatan.
"Kami target ada 6.100 orang yang akan divaksin massal dalam waktu tiga hari tersebut," jelasnya.
Dinas Kesehatan Sulsel mencatat nakes di Kota Makassar yang telah menjalani penyuntikan baru 2.719 atau 16,95 persen. Padahal, ada 14.792 orang target vaksin di daerah ini.
Baca Juga: Tersenyum, Kunci Atasi Rasa Sakit & Ketakutan saat Disuntik Vaksin Covid-19
Sementara, di Gowa baru 409 dari 2.156 nakes yang harus divaksin. Begitu pun dengan Kabupaten Maros, baru 356 dari 1.468 target seharusnya.
Secara keseluruhan, jumlah orang yang divaksin di Sulsel baik itu pejabat, nakes, dan tokoh masyarakat yakni 3.486 orang dari 58.206 warga yang akan divaksin di tahap pertama.
Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Nurul AR mengatakan, vaksinasi di 21 kabupaten kota lainnya juga sudah berjalan.
10 orang pertama, dari kalangan pejabat, tokoh agama, maupun tokoh pemuda yang memenuhi syarat menjalani vaksinasi di hari pertama.
"Sama dengan di Sulsel, Makassar, Gowa, Maros kemarin, ada orang berpengaruh yang divaksin pertama. Setelah itu baru nakes," ucapnya.
Vaksinasi di daerah ditarget selesai hingga akhir Februari. Waktu ini akan diefektifkan oleh petugas vaksin untuk mencapai target dengan dua kali penyuntikan dosis kepada penerima vaksin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara
-
Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata
-
Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal