SuaraSulsel.id - Antrian panjang kendaraan masih terlihat di Jalur Majene - Mamuju, Sulawesi Barat. Longsor yang terjadi Pukul 05.00 Wita membuat bongkahan batu besar menutup jalan.
Sampai Pukul 10.30 Wita, kendaraan warga dan relawan yang ingin membawa bantuan masih tertahan. Karena petugas masih berusaha membuka akses jalan dengan ekskavator.
Beberapa warga yang ingin melintas adalah warga yang ingin mengungsi keluar dari Majene dan Mamuju.
Irfan, relawan Ije Squad mengatakan antrian kendaraan sangat panjang. Irfan bersama rombongan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan membawa tiga truk bantuan untuk korban gempa.
"Kami menuju Malunda, lokasi yang masih belum mendapat bantuan," kata Irfan kepada SuaraSulsel.id, Senin 18 Januari 2021.
Bagi warga atau relawan yang melintas di sekitar poros Majene - Mamuju diminta waspada. Mengingat beberapa titik terlihat rawan longsor setelah terjadi gempa berkekuatan 5,9 dan 6,2 SR tiga hari lalu.
Peristiwa longsor terjadi di Dusun Belalan, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.
Kemarin, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia Zakir Sabara juga melaporkan, enam desa di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat membutuhkan bantuan setelah diguncang gempa bumi.
Enam desa tersebut adalah Desa Sambabo, Kabiraan, Tandeallo, Popenga, Ulumanda, dan Panggalo. Kondisi warga yang menjadi korban gempa di desa itu hingga kini cukup memprihatinkan.
Baca Juga: Jalur Majene - Mamuju Longsor, Warga Diminta Waspada
Akses jalan menuju desa-desa tersebut terputus. Akibat longsor, usai gempa bumi.
"Sekitar 150 rumah hanyut di Desa Kabiraan. Akibat terkena longsor dan terbawa longsor. Di Desa Tandeallo laporan tadi, sekitar 200 titik longsor," ungkap Zakir.
Untuk sampai ke lokasi, diperlukan alat berat dari pemerintah. Agar dapat membuka akses jalan di Kecamatan Ulumanda dan Malunda, Majene yang terdampak longsor.
"Yang parah di Desa Ulumanda, Popenga dan Tandeallo. Itu baru satu Kecamatan. Belum di Kecamatan Malunda. Jadi mohon bantuan di sini," pintanya.
Oleh karena itu, selain memperhatikan Kabupaten Mamuju dan poros di Majene, Sulbar, juga terdapat desa-desa terpencil yang di Kabupaten Majene yang butuh bantuan.
Bantuan yang sangat diperlukan warga di enam desa yang masih terisolasi tersebut adalah bantuan-bantuan bersifat mendesak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
Terkini
-
Pesawat TNI AL Keluar Jalur, Tiga Prajurit Lolos dari Maut
-
Detik-detik Banjir Bandang Terjang Parigi Moutong: Puluhan Rumah Tertimbun Lumpur
-
11 Daerah di Sulawesi Tenggara Resmi Status Siaga Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Terancam Puso
-
Polisi Jabar Obrak-abrik 'Passobis' di Sulsel, Begini Respons Ustadz Das'ad Latif
-
Kondisi Terkini Landasan Pacu Bandara Sultan Hasanuddin Pasca Evakuasi 2 Pesawat TNI