SuaraSulsel.id - Penangkapan terduga teroris di Sulawesi Selatan dilakukan di lokasi berbeda pada 3 daerah. Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Enrekang.
Lokasinya adalah Perumahan Villa Mutiara Cluster Biru, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Sudiang Raya, Kecamatan Tallo, Makassar. Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, dan Desa Taulo, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.
Kapolda Sulsel Inspektur Jendral Polisi Merdisyam menyebut bahwa ada 20 orang terduga teroris yang ditangkap di Sulsel pada Rabu kemarin (6/1/2021).
Penangkapan dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar pukul 06.00 Wita pagi.
"20 orang ditangkap. 17 laki-laki dan 3 perempuan," katanya.
"Hubungan dari dua pelaku yang meninggal dunia dari 18 orang terduga diamankan kepada ISIS Yayasan Al Ridho milik ustaz Basir Napiter," katanya.
Dua terduga teroris Rizaldi (44 tahun) dan Ajiz (22 tahun) ditembak mati polisi di Kota Makassar. Menurut polisi, dua korban sudah berencana ingin melakukan aksi bom bunuh diri.
Analisis Kebijakan Utama Bidang Intelijen Densus 88 Antiteror Polri Brigjen Pol Ibnu Suhendra mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan, Rizaldi dan Ajiz memang pernah ingin berangkat ke Suriah. Untuk bergabung dengan organisasi ISIS.
Hanya saja, keberangkatan Rizaldi dan Ajiz berhasil digagalkan petugas di Bandara Soekarno Hatta, di Banten pada 2016.
Baca Juga: Dua Terduga Teroris yang Ditembak Bantu Danai Pengeboman di Filipina
Dari situ, Rizaldi dan Ajiz pun dipulangkan ke Makassar. Agar menghentikan keinginannya untuk bergabung dengan ISIS.
Di Makassar, Rizaldi dan Ajiz ternyata masih bersikeras ingin berangkat ke Suriah. Tetapi, hal tersebut tidak berhasil dilakukan karena terhalang keadaan.
Sehingga, Rizaldi dan Ajiz berencana untuk melakukan aksi bom bunuh diri. Sama seperti yang dilakukan oleh saudaranya saat melakukan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo Filipina pada 2019 silam.
"Akhirnya dua teroris yang meninggal ini berencana lakukan bom bunuh diri. Sama seperti saudaranya yang di Jolo Filipina," kata Ibnu Suhendra di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Kamis (7/1/2021).
Suhendra mengaku belum mengetahui di mana titik lokasi yang dijadikan target Rizaldi dan Ajiz. Untuk melakukan aksi bom bunuh diri.
"Target bom yang mereka rencanakan belum kita dapatkan. Temukan sasarannya apa, namun niat mereka adalah untuk melakukan bom bunuh diri," kata dia.
"Untuk melakukan amaliah bom bunuh diri. Itu yang berhasil kita cegah," tambah Suhendra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8