SuaraSulsel.id - Bicara soal kuliner, wisatawan tertarik dengan beragam kuliner khas daerah. Penasaran ingin mencoba makanan yang jarang mereka peroleh di daerah asalnya.
Indonesia dianugerahi berbagai hasil laut, salah satunya tentu ikan yang masif dikonsumsi masyarakat. Bahkan menjadi komoditas ekspor ke mancanegara.
Secara umum, ikan sudah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di Nusantara. Ikan bahkan menempati posisi penting sebagai bahan konsumsi yang bergizi.
Mengutip dari terkini.id -- jaringan suara.com, beberapa restoran representatif menawarkan menu ikan dori.
Ikan ini tergolong menu elite dan mahal. Namun, tidak kurang beberapa restoran yang lebih kecil biasanya menghidangkan “daging dori kelas dua” yaitu ikan patin.
Alasannya, karena harga bahan makanan tersebut murah.
Penggunaan patin sebagai pengganti dori tidak lain karena kedua jenis ikan tersebut sangat mirip. Boleh dikata, patin dan dori adalah “si kembar beda rasa”.
Itulah sebutan yang kerap dilontarkan untuk ikan dori dan ikan patin lantaran kemiripan tekstur hingga penampilan keduanya.
Kendati “kembar”, dori dan patin memiliki kelas harga berbeda. Sehingga, penikmat kuliner perlu mengetahui soal ini.
Baca Juga: Unggah Video Sedang Makan, Ukhti Cantik Thailand Bikin Warganet Salfok
Sejatinya, dori atau John Dory disebut sebagai ikan premium. Dengan harga mencapai ratusan ribu per kilogram.
Sementara, ikan patin lebih murah dan kerap digunakan untuk olahan daging filet pengganti dori.
Hal tersebut diungkapkan Head Chef Waroenk, Niko saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, tahun lalu.
Ia mengimbau, sebaiknya pembeli jeli mengamati daging yang dipesannya. Menurutnya, ada beberapa perbedaan antara patin dan dori, seperti dari aroma, serat, tekstur, dan rasa.
“Ikan dori adalah ikan laut, sementara patin umumnya hidup di lumpur. Guna membedakan keduanya, bisa dicium. Jika koki resto tersebut tidak mahir meraciknya, aroma tanah pada ikan patin masih akan tercium. Kalau aroma dori, biasanya lebih segar tipikal ikan air asin pada umumnya,” paparnya.
Sementara, sebut Niko, untuk serat jika ditelisik saat daging dibelah, tekstur dori sangat lembut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone
-
Pusat Tes TOEFL dan Bahasa Asing Hadir di Makassar, Jangkau Sulawesi hingga Papua
-
Jalan Hertasning Nyaris Rampung! Ini Update Terbaru Proyek Jalan Rp2,5 Triliun di Sulsel
-
Darurat Sampah Makassar, Wali Kota Appi Pastikan Proyek PSEL Tetap Jalan Meski Ada Penolakan
-
Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar