Dagingnya membentuk serabut kecil-kecil. Kalau patin tak terlalu halus. Seratnya tidak sekecil dori.
“Jika mengamati teksturnya, dori memiliki tekstur daging yang tebal. Saat dikunyah, bagian-bagian dagingnya terasa padat dan kenyal. Kalau daging patin biasanya lebih tipis dan teksturnya lebih lunak,” imbuhnya.
Adapun soal rasa, Niko menjelaskan dori memiliki rasa dominan gurih dengan sedikit kombinasi manis. Sementara, patin murni gurih mirip daging lele.
“Biasanya, karena dori jarang dikonsumsi masyarakat awam, maka ketika menyantap patin akan terasa familiar persis ketika mengonsumsi daging patin,” jelasnya.
Di Waroenk, restoran yang ia kepalai sebagai koki, Niko mengatakan menyediakan menu dori.
“Nama menunya, Finding Dori. Jadi, bahannya terdiri dari fillet daging dori kemudian kami racik dengan bumbu-bumbu khas, disajikan dengan nasi di dalam mangkuk (ricebowl),” ungkapnya.
Sementara itu, Marketing Communication and Public Relation Waroenk, Luh Sofi Wijaya menjelaskan, terkait penamaan Finding Dory yang mengingatkan terhadap judul film animasi populer Hollywood, ia mengatakan hal itu sudah menjadi tipikal Waroenk.
Artinya, keunikan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pihaknya, tidak terkecuali soal penamaan sebuah makanan.
Sofi menambahkan, Finding Dory disukai penikmat kuliner di Kota Kupang karena selain lezat dan bergizi, penyajian ikan ini terbilang unik. Unik yang dimaksudnya lantaran dori disajikan secara fillet lalu digoreng dengan tepung dan bumbu-bumbu khusus sehingga terasa gurih.
Baca Juga: Unggah Video Sedang Makan, Ukhti Cantik Thailand Bikin Warganet Salfok
“Apalagi, dori kami sajikan garnis ala Korean Rice Bowl, sehingga boleh dibilang menjadi tren penyajian terkini di Kota Kupang,” klaimnya.
Terkait penamaan Finding Dory yang mengingatkan terhadap judul film animasi populer Hollywood, ia mengatakan hal itu sudah menjadi tipikal Waroenk.
Artinya, keunikan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pihaknya, tidak terkecuali soal penamaan sebuah makanan.
Sekadar diketahui, dori biasanya berasal dari perairan laut dingin di kawasan Australia, bentuknya pipih dengan kulit cokelat bermata lebar, memiliki titik hitam di sisi badannya. Kepopuleran dori lantaran dagingnya yang putih, bersih, sangat halus, dan gurih saat dimakan.
Daging dori tergolong mahal, sehingga lebih sering dijual dalam bentuk fillet. Ikan ini juga enak digoreng, dikukus, atau diberi bumbu yang sedikit kuat. Biasanya, mudah diperoleh di pasar swalayan besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
75 Rumah di Makassar Ludes Terbakar dalam 6 Bulan, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
-
Timnas Belanda Kalahkan Swedia, Duta Besar: Maluku Memiliki Arti Sangat Penting
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
285 Jiwa di Parigi Moutong Terdampak Gempa
-
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut