SuaraSulsel.id - Patung kepala kuda yang terbuat dari perunggu akhirnya ditemukan dan dikembalikan ke Museum Istana Kuno Musim Panas di Beijing, China.
Patung kepala kuda ini dilaporkan hilang selama 160 tahun.
Patung kepala kuda yang dicuri oleh pasukan Inggris dan Prancis 160 tahun yang lalu akhirnya kembali ke rumah asalnya di Istana Kuno Musim Panas yang dikenal dengan nama Yuanmingyuan.
Sekaligus menjadi peninggalan budaya China yang pertama kembali dari luar negeri, demikian media China, Kamis.
Kepala Badan Warisan Budaya Nasional China (NCHA) Liu Yuzhu dalam seremonial pemulangan patung tersebut mengatakan bahwa peninggalan budaya akan hilang jika bangsanya lemah, sebaliknya peninggalan budaya akan terawat jika bangsanya kuat.
Tentu saja kembalinya patung tersebut mendapatkan sambutan hangat dari warganet China.
Tanda pagar "kembalinya patung kuda ke Yuanmingyuan" di Weibo dilihat 250 juta kali hingga Selasa (1/12) sore.
Tahun ini merupakan peringatan 160 tahun penjarahan besar-besaran dan perusakan Yuanmingyuan yang bersebelahan dengan kompleks Tsinghua University di Distrik Haidian itu.
Liu mencatat keberhasilan pengembalian peninggalan bersejarah tersebut berkaitan erat dengan kerja keras pemerintah China dan para mitranya dari Hong Kong dan Makau.
Baca Juga: Nassar Ajak Warga Sulsel Lomba Nyanyi Bintang Suara
Pada 13 November 2019, taipan kasino dari Makau mendiang Stanley Ho mendonasikan koleksinya senilai 69,1 juta dolar HK (Rp126,2 miliar) ke Museum Nasional Kota Terlarang di Beijing yang dia beli dari lelang pada September 2007.
Warganet China sangat berharap peninggalan budaya China lainnya yang berada di luar negeri segera dipulangkan.
Wakil Direktur Istana Kuno Musim Panas Li Xiangyang mengatakan bahwa sebagian besar peninggalan yang hilang dari museumnya akibat Perang Candu Kedua (1856-1860) tersimpan rapi di Inggris dan Prancis.
Sayangnya beberapa peninggalan lain di istana tersebut tidak diketahui jumlahnya karena arsipnya turut hilang.
Sementara jika melihat bangunan Kota Terlarang, ada sekitar 800 ribu hingga 1 juta item benda peninggalan yang hilang.
Sampai saat ini di situs tersebut baru ada 2.000 prasasti dan batu bata, demikian pakar sejarah Liu Yang. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Mantan Bupati Gowa Husniah Talenrang Ditahan Polda Sulsel
-
Disnakertrans Sulsel Gandeng Perusahaan Edukasi K3 Anak SD
-
Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027