SuaraSulsel.id - Negara-negara Asia Tenggara mulai mencari vaksin Covid-19, menyusul Eropa dan Amerika.
Salah satunya adalah Indonesia, negara dengan tingkat infeksi Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara yang telah melewati 500.000 kasus. Negara terbesar di Asia Tenggara ini menargetkan 107,2 juta penduduknya untuk memperoleh vaksin demi mencapai kekebalan komunitas.
"Sebanyak 30 persen dari total target akan memperoleh vaksin gratis dari pemerintah," ujar Menteri Kesehatan Indonesia Terawan Agus Putranto, beberapa waktu lalu.
Indonesia membutuhkan 73,9 juta dosis vaksin untuk program vaksin gratis, dan 172,6 juta untuk program mandiri.
Sebanyak 143 juta dosis kebutuhan vaksin itu akan dipenuhi oleh Sinovac, perusahaan farmasi asal China, dan 30 juta lainnya dari Novavax, perusahaan obat Amerika.
Selain itu, Indonesia akan memperoleh 57,6 juta vaksin Merah Putih yang dibuat oleh ahli dari dalam negeri, dan 16 juta dosis lainnya dari kerja sama Covax Facility yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Mengutip keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada awal November, total dana yang dianggarkan Indonesia untuk mendapatkan vaksin sebesar Rp34 triliun hingga 2021.
Dari dana itu, sebanyak Rp5 triliun dianggarkan untuk pengadaan vaksin pada tahun ini dan Rp29,23 triliun pada tahun depan.
Sementara itu, Malaysia akan memberikan vaksin gratis kepada 9,6 juta orang atau 30 persen penduduknya. Vaksin tersebut berasal dari perusahaan China dan perusahaan asal AS, Pfizer
Baca Juga: Pandemi Belum Berakhir, Ini Strategi Ditjen Pajak Kejar Penerimaan 2021
"Malaysia memprioritaskan [pemberian vaksin] untuk kelompok berisiko tinggi, seperti mereka yang ada di garda terdepan, dan mereka yang memiliki penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes," ujar Perdana Menteri Muhyiddin Yassin Jumat lalu.
Pekan lalu, Malaysia meneken perjanjian pembelian 12,8 juta dosis vaksin Pfizer, sekaligus menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang membuat kesepakatan dengan perusahaan farmasi asal AS itu.
Sejumlah negara Asia Tenggara lainnya tertarik dengan vaksin Pfizer namun tak mudah menyediakan tempat penyimpanan ultra-dingin di wilayah panas tropis demi menjaga keamanan kualitas vaksin tersebut.
Berdasarkan kesepakatan dengan Pfizer, Malaysia akan memberikan satu juta dosis vaksin untuk warganya di kuartal pertama 2021.
Menyusul kemudian 1,7 juta, 5,8 juta dan 4,3 juta dosis untuk kuartal-kuartal berikutnya.
Sementara untuk memenuhi kekurangan 6,4 juta dosis, Malaysia akan menggunakan vaksin dari kerjasama Covax Facility.
Berita Terkait
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?
-
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Dari Earth Hour ke Aksi Nyata, BRI Konsisten Jalankan Praktik Ramah Lingkungan
-
Kampung Koboi Jadi Ikon, Desa Tugu Selatan Tumbuh Berdaya Bersama Program Desa BRILiaN
-
Tolong Tenang! Stok BBM di Sulawesi Selatan Aman, Meski Antrean Mengular
-
TPA Antang Makassar Siap Disulap Jadi Pembangkit Listrik, Begini Penjelasan Wali Kota
-
Dukun Viral Lakukan Gerakan Seperti Salat Dipanggil Polisi, Baca Mantra Tak Pantas