SuaraSulsel.id - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengecam tindakan pembunuhan satu keluarga di Desa Lemba Tonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada 27 November 2020.
Korban berjumlah 4 orang yang merupakan satu keluarga. Mereka adalah Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa, Jana alias Naka dan Pedi.
Berdasarkan penyelidikan sementara oleh pihak kepolisian, terduga pelaku merupakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
MIT merupakan kelompok Islam militan yang kerap melakukan aksi terornya di wilayah pegunungan Kabupaten Poso dan bagian selatan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah di Indonesia.
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, bahwa tindakan yang diduga dilakukan kelompok MIT ini tidak mencerminkan nilai-nilai Islam.
Terlebih, kata dia, Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi nilai toleransi atau menghormati umat beragama lain.
"Mengecam tindakan pembunuhan yang terjadi di Poso. Islam, rahmat bagi seluruh alam berlepas diri dari aksi kelompok ataupun oknum tersebut," katanya, Senin (30/11/2020).
Ia pun menyampaikan, bahwa turut berduka yang mendalam bagi keluarga korban.
Baca Juga: Tangkap Terduga Teroris Poso Upik Lawanga, Densus Ungkap Rekam Jejaknya
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU