SuaraSulsel.id - Seorang ilmuwan terkemuka dari Pakistan mengatakan, vaksin virus corona Pfizer tidak cocok untuk Pakistan, atau negara-negara berkembang lainnya.
Karena suhu minus 80 derajat Celsius diperlukan untuk menyimpannya. Serta kebutuhan untuk dua dosis imunisasi.
Perusahaan farmasi Amerika, telah mengumumkan uji tahap akhir pada vaksin potensial dua dosis mengisyaratkan efektivitasnya lebih dari 90 persen. Dalam mencegah virus pada partisipan yang tidak terinfeksi sebelumnya.
Pengungkapan itu disambut baik sebagai kabar positif yang jarang muncul dalam perang melawan pandemi yang secara global telah menjangkiti lebih dari 50 juta orang. Dengan 1,2 juta kematian dan 33 juta orang sembuh.
Tetapi Profesor Atta Ur Rahman, yang memimpin Gugus Tugas Sains dan Teknologi Pakistan mengatakan “terlalu dini sedikitnya” bagi negaranya atau negara-negara berkembang lainnya dalam menyambut baik vaksin Pfizer itu.
“Ini adalah vaksin messenger RNA dan ini harus dikirim pada suhu minus 80 derajat Celsius, sehingga vaksin ini tidak cocok untuk negara-negara berkembang,” kata Rahman kepada VOA.
“Infrastruktur ruang penyimpan cold storage dan rangkaiannya untuk membawa vaksin dari bandara ke kota-kota dan berbagai penjuru negara, tidak ada di dunia berkembang,” jelas profesor itu.
Ia terus menyatakan bahwa pasien Covid-19 akan memerlukan dua dosis vaksin Pfizer dalam rentang waktu tiga pekan dan keharusan “tempat penyimpanan bersuhu rendah”.
Membuat itu semua semakin sulit di Pakistan, di mana suhu rata-rata musim panas di bagian selatan dan barat daya negara itu membubung antara 40 dan 50 derajat Celsius. (VOA)
Baca Juga: Jika Disetujui FDA, Dokter Top AS Ini Akan Ambil Vaksin Covid-19 Pfizer
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone
-
Pusat Tes TOEFL dan Bahasa Asing Hadir di Makassar, Jangkau Sulawesi hingga Papua
-
Jalan Hertasning Nyaris Rampung! Ini Update Terbaru Proyek Jalan Rp2,5 Triliun di Sulsel
-
Darurat Sampah Makassar, Wali Kota Appi Pastikan Proyek PSEL Tetap Jalan Meski Ada Penolakan
-
Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar