Muhammad Yunus
Rabu, 11 November 2020 | 14:51 WIB
Lorong Garden di Kota Makassar menghasilkan berbagai macam produk pertanian. Seperti sayuran, cabai, dan buah-buahan / [Foto: Istimewa]

“Unhas dapat tugas menyiapkan data lapangan,” kata Edward.

Salah satu yang ingin dikembangkan adalah industri lorong. Misalnya bagaimana masyarakat yang menanam lombok di lorong bisa menghasilkan produk olahan lain dari lombok.

“Istilahnya petik olah jual,” kata Edward.

Penelitian rencananya akan dilakukan selama 2 tahun. “Sedang berjalan penelitiannya,” kata Edward.

15 Peneliti berkolaborasi mempelajari Lorong Garden di Kota Makassar / [Foto: University of Colorado Boulder]

15 Peneliti Berkolaborasi

Peneliti yang terlibat adalah:

1.Wangda Zuo, Ph.D. Department of Civil, Environmental and Architectural Engineering, University of Colorado Boulder

2.John Zhai, Ph.D. Department of Civil, Environmental and Architectural Engineering, University of Colorado Boulder

3.Walid Saad, Ph.D. Department of Electrical and Computer Engineering, Virginia Tech

Baca Juga: Video Seks Petinggi PDI Perjuangan Direkam di Kota Makassar

4.Rachmawan Budiarto, Ph.D., G.P. Department of Nuclear Engineering and Engineering Physics, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

5.M Donny Koerniawan, Dr. Eng. Department of Architecture, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

6.Lily Tambunan, Dr.Ir. Department of Architecture, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

7.Nissa Aulia Ardiani S.T., M.Sc Department of Architecture, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

8.Edward Syarif, Dr. Ir. Department of Architecture, Universitas Hasanuddin, Indonesia

9.Ferdi Mochtar SPt, M.Sc, PhD Food Security Service, Makassar Government, Indonesia

Load More