SuaraSulsel.id - Warga yang bermukim di sekitar Danau Matano dan Danau Towuti, Luwu Timur, mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dua unit perahu ambulans.
"Kami mendapatkan bantuan bertubi-tubi baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Alhamdulillah kami dapat ambulans laut, dapat mobil bus sekolah, dan kapal penyeberangan," ujar Umar saat diwawancarai, di Desa Timampu, Rabu, 21 Oktober 2020.
Menurut Umar, saat menggunakan kapal penyeberangan buatan masyarakat setempat, ada kekhawatiran saat menyeberangi danau. Apalagi muatannya hanya dua sampai empat mobil.
Belum lagi biaya per unit nya untuk minibus sampai Rp 300.000. Sementara untuk kendaraan roda dua berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 80.000.
Dirinya berharap, dengan adanya kapal baru, harganya cukup terjangkau bagi masyarakat setempat.
"Mudah-mudahan turun sampai 50 persen. Kami kadang mutar keliling jalan darat karena hindari bayaran kapal penyeberangan itu," ujarnya.
Untuk keselamatan penumpang, Umar sangat yakin dengan dua kapal motor penyebrangan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia itu. Pasalnya, mulai dari kecepatan, muatan dan kenyamanan bagi penumpang lebih menjanjikan.
"100 persen kami sangat yakin menyebrang dengan kapal baru ini. Kapal sebelumnya sudah tua, jadi kami sangat khawatir," tutupnya.
Perwakilan masyarakat Timampu, Rahman, menjelaskan, selama 14 bulan pembuatan KMP Patilang tersebut dilihat terus progres pekerjaannya. Olehnya itu, dirinya sangat yakin dengan kualitas kapal tersebut.
Baca Juga: Aturan dan Persyaratan Layanan Ambulans, Jangan Sembarangan!
"Kami sangat yakin. Ini kan kami lihat sendiri pembuatannya. Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat yang biayai ini, katanya mahal. Ini kapal puluhan miliar," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Di Mana Saja? Ini 6 Lokasi Pengungsian Korban Banjir Makassar Terparah
-
Beredar Surat 'Bebas' Kasat Narkoba Toraja Utara, Propam Polda Sulsel Buka Suara
-
Perempuan di Makassar Bakar Diri atau Dibakar? Ini Jawaban Kapolsek Manggala
-
Tragedi di Makassar: Kekasih Diduga Siram Bensin, Perempuan Ini Kritis Akibat Luka Bakar
-
Wali Kota Khawatir Generasi Muda Mulai Malu Pakai Bahasa Makassar