"Korban dan perempauan K ini, tidak saling kenal. Karena perempuan ini takut dia berjalan sampai menemukan bengkel dan berhenti. Setibanya di bengkel dia menelepon rekan kerjanya, dia mengatakan bahwa saya diganggu orang di jalan, setelah itu di tunggu lima menit Demas Laira melanjutkan perjalanannya tida berapa lama kembali ke arah yang sama membuntuti dari belakang.” jelas jenderal polisi bintang dua itu.
Kemudian kawan perempuan K itu yang tak lain keluarganya, datang dan menanyakan korban Demas Laira. Saat itu juga, korban dikejar para pelaku hingga di lokasi kejadian, korban Demas dikeroyok enam pelaku.
:Keluarga pelaku datang dan langsung mengejar pelaku hingga di tempat kejadian korban Demas Laira, dikeroyok hingga tewas bersimbah darah," katanya.
Polisi juga merilis sejumlah barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian, seperti delapan unit handphone berbagai merek, sebilah badik, lima motor dengan berbagai merek, sepatu, helm dan baju korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bawa Bubur Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bangun Usaha Bersama Dukungan BRI
-
Antrean BBM Makin Panjang, Wali Kota Makassar Datangi Pertamina: Tolong Cari Jalan Keluar!
-
Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik
-
Antre 7 Jam Demi Pertalite, Ojol di Makassar: Kami Butuh, Bukan Panic Buying
-
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring