SuaraSulsel.id - Wujud implementasi program kampus merdeka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).
Dua tim dari Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil lolos dalam program tersebut. Masing-masing akan menjalankan program pemberdayaan desa di Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Wajo.
Salah satu Tim Mahasiswa Unhas yang menjalankan program di Kabupaten Sidrap menggelar sosialisasi kepada masyarakat dan audiensi dengan pemerintah Desa Betao, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidendreng Rappang.
Tim Mahasiswa Unhas yang memperoleh hibah di Kabupaten Sidrap mengusung program berjudul “JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah), Pengembangan Potensi Pariwisata Desa Berbasis Eduwisata Sejarah Korban 40.000 Jiwa dan Keindahan Alam di Desa Betao Kabupaten Sidenreng Rappang”.
Ketua Tim Riski Iswatum Mu'si mengatakan, dalam sosialisasi tersebut tim mahasiswa pelaksanan PHP2D menjelaskan rencana program yang akan dijalankan. Pemerintah Desa mengapresiasi dan mendukung program PHP2D ini.
"Kepala Desa dan perangkat desa khususnya BUMDES selaku motor penggerak menyatakan kesediannya secara penuh untuk merealisasikan program ini. Ketua BUMDES sangat termotivasi dengan program eduwisata yang dianggap sebagai aset besar dan dampaknya sangat luas," jelas Riski dalam rilisnya, Senin (21/9/2020).
Selain sosialisasi kepada pemerintah desa, mahasiswa Unhas juga melakukan audiensi di kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dihadiri oleh pemerintah daerah setempat.
Riski menyampaikan, PHP2D secara umum mendapatkan respons positif dari masyarakat. Hal ini tercermin dari survei antusias masyarakat yang menunjukkan, masyarakat yang mengikuti sosialisasi mendukung dan siap membantu memajukan Desa Betao berbasis eduwisata.
Setelah sosialisasi selesai, selanjutnya tim mahasiswa Unhas akan mulai menjalankan program sesuai dengan jadwal yang telah disusun dengan melibatkan seluruh pihak terkait.
Baca Juga: Dongkrak Potensi Wisata PPU, Disbudpar Kaltim Siapkan Parade Musik Sungai
Dalam implementasinya, pelibatan masyarakat Desa Betao mengedepankan semangat gotong royong.
Pada tahap pertama di bulan September, Riski menuturkan, program yang dijalankan fokus pada pembenahan lingkungan desa dan objek eduwisata diantaranya penyerahan dan penanaman 2.000 bibit pohon serta pembenahan makam pahlawan 40.000 jiwa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
-
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya
-
Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar
-
Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin
-
Bupati Husniah Talenrang Bakal Diberhentikan usai Jadi Tersangka, Siapa Penggantinya?