- Pemerintah menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah Nasional di halaman Kantor Perumda Pasar Makassar pada 22 Oktober 2026.
- Kegiatan tersebut bertujuan menjaga keterjangkauan harga pangan pokok serta memastikan akses yang mudah bagi seluruh masyarakat.
- Wakil Menteri Pertanian mengevaluasi efektivitas program bersama pejabat daerah guna mengukur daya beli masyarakat secara langsung.
SuaraSulsel.id - Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 digelar di halaman Kantor Perumda Pasar Makassar, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pasar murah yang menghadirkan sejumlah komoditas kebutuhan pokok, seperti gula, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya.
Pelaksanaan GPM di Makassar juga terhubung melalui telekonferensi dengan sejumlah daerah di Indonesia.
Baca Juga:Makassar Cuma Berawan, Deretan Kota Ini Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir
Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan Sekretaris Badan Pangan Nasional, Mayjen TNI (Purn) Ito Hediarto.
Dalam laporannya, disampaikan bahwa penyediaan logistik dan distribusi komoditas pangan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sejumlah titik distribusi di Makassar bahkan telah beroperasi sejak 21 Oktober, dengan puncak pelaksanaan pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Laporan tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Pertanian dengan dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika, Direktur Utama Bulog, perwakilan Bank Indonesia (BI), Idfood, Satgas Pangan Sulawesi Selatan, jajaran direksi Perumda Pasar Makassar, serta para camat.
Wamen Pertanian Soroti Daya Beli Masyarakat
Baca Juga:Awas Provokasi Medsos! Pemkot Makassar Turunkan Pasukan Gabungan Cegah Tawuran Meluas
Dalam evaluasi pelaksanaan GPM, Wakil Menteri Pertanian, Alim Setiawan Slamet memberikan perhatian khusus terhadap efektivitas program dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, penurunan harga pangan perlu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sesuai dengan kemampuan daya beli mereka.
Pembahasan juga menyoroti bagaimana menentukan harga pangan yang ideal di tengah kondisi produktivitas yang tinggi, tetapi sejumlah komoditas masih mengalami kenaikan harga.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk mengukur sejauh mana intervensi pemerintah melalui program pangan murah dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pengalaman pelaksanaan program di wilayah bantaran Sungai Ciliwung turut disinggung sebagai bahan pembelajaran dalam mengevaluasi penyelenggaraan pasar dan efektivitas distribusi pangan secara lebih luas.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.