- Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin menegaskan akan menindak tegas geng motor dan pelaku tawuran di Makassar pada Senin (19/10).
- Kepolisian memerintahkan seluruh polres setempat untuk merazia pengrajin serta tempat penjualan senjata tajam berupa anak panah.
- Kapolda mengimbau para orang tua dan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak demi mencegah tindak kriminal.
SuaraSulsel.id - Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin, menegaskan menindak tegas anggota geng motor pelaku tawuran yang sudah sangat meresahkan masyarakat hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Ini saya sampaikan, kalau ada seperti itu, kita akan tindak. Mulai dari yang lunak, agak keras, keras, sampai keras sekali. Karena dia juga mengancam, membahayakan jiwa orang lain," kata Kapolda saat bincang media di Aula Mapolda Sulsel, Makassar, Senin (19/10).
Menurut dia, maraknya aksi geng motor hingga tawuran antarkelompok tentu menjadi perhatian kepolisian.
Hanya saja, pihaknya berharap adanya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah kejadian itu, sebab tidak ada untungnya perang-perangan seperti itu.
Baca Juga:Rumah Dialih Fungsi Jadi Kafe Tanpa Izin? Siap-siap Disegel Pemkot Makassar
"Sekarang sudah saya perintahkan seluruh Polres setempat merazia tempat buat busur-busur itu (anak panah). Katanya, ini dijual Rp20 ribu per beberapa biji itu. Dan ada juga pengrajinnya rupanya. Kita tumpas nanti," ungkapnya menegaskan.
Ia juga menceritakan pengalamannya pernah bertugas di daerah konflik Ambon dan Poso. Setiap ada pertikaian antarkelompok kepolisian turun tangan untuk menengahi persoalan agar tidak sampai meluas ke kelompok lainnya.
Kendati di Kota Makassar masih sering kali terjadi aksi tawuran di sejumlah lokasi, kata Kapolda yang baru bertugas ini menyatakan, tentu segera ditindak tegas dan diantisipasi serius.
Ia juga menyoroti peran orang tua terkadang membiarkan anak-anaknya berkeliaran hingga larut malam bahkan terpengaruh ikut melakukan tindak pidana. Ia berharap, orang tua dan masyarakat ikut andil membantu aparat melakukan upaya mencegah.
Misalnya, melihat sekelompok geng motor melintas atau pun pemuda sedang berkumpul-kumpul disinyalir akan melakukan tindak kejahatan atau kriminal, maka segera dilaporkan atau menelepon 110, dan itu pasti tersambung dan segera direspons cepat oleh polisi.
Baca Juga:Puluhan Ribu Warga Padati Makassar, Gubernur Andi Sudirman Lepas Jalan Sehat Anti Mager
"Tapi, kembali lagi sebenarnya peran orang tua di sini (mengawasi). Polisi tidak mungkin menghandle, mengurus anak-anak seperti itu. Jadi, ada peran orang terdekat dari anak-anak itu tadi, yaitu (pengawasan) orang tua, tetangga, keluarga, lingkungannya," tuturnya menekankan.
Kapolda kembali menegaskan, tugas kepolisian merazia adalah wajib, tetapi untuk mengurus seluruhnya termasuk mengawasi anak-anak tentu tidak mungkin, apalagi berkumpul - kumpul bersama temannya, beraktivitas di luar rumah. Peran orang tua, tetangga dan lingkungannya diperlukan untuk mengawasi aktivitas mereka.
Makanya, ada layanan 110 tadi, sebagai penyebaran anggota polisi. Silakan hubungi, apapun bentuk laporannya, apakah tadi tawuran, kecelakaan lalu lintas, atau perlu penanganan secara cepat, nanti di Polsek, Polres yang siaga akan mendatangi tempat-tempat tersebut," paparnya menyarankan seusai mencoba layanan 110 dalam kegiatan itu.
Sebelumnya, kasus pertikaian antarkelompok yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mengakibatkan jatuhnya korban jiwa seperti di wilayah Tallo dan Rajawali.
Sejumlah warga juga terluka kena anak panah dampak tawuran maupun aksi geng motor menyerang orang tidak bersalah.
Meskipun puluhan pelakunya telah ditangkap, disertai razia kendaraan dijalankan polisi, namun tawuran masih terjadi maupun kejahatan jalanan kelompok geng motor belum dapat diredam.