- Sebanyak 53 calon jemaah umrah Sulawesi Selatan gagal berangkat dari bandara Makassar pada 12 Oktober 2026.
- Pembatalan terjadi karena penundaan penerbangan Malaysia Airlines akibat serangan dan eskalasi keamanan di Arab Saudi.
- Kemenhaj Sulsel meminta pihak biro perjalanan agar memprioritaskan keselamatan jemaah di tengah situasi keamanan tersebut.
"Kami menerima laporan adanya penundaan pemberangkatan jemaah umrah. Setelah kami bertanya, ternyata penundaan pemberangkatan ini dampak dari eskalasi politik yang terjadi di Saudi," ujar Ikbal.
Kata Ikbal, serangan yang dilaporkan terjadi di Arab Saudi, khususnya di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, menjadi salah satu perkembangan yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan perjalanan umrah dari Sulsel.
Dampaknya tidak hanya menjadi perhatian untuk keberangkatan jemaah, tetapi juga perjalanan pulang jemaah yang saat ini masih berada di Arab Saudi.
Ikbal menyebut Kementerian Haji dan Umrah RI telah mengingatkan penyelenggara perjalanan umrah untuk mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan sebelum memberangkatkan jemaah.
Baca Juga:Bandara Riyadh Diserang, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah asal Makassar?
"Dari tiga hari lalu Kemenhaj RI sudah menyampaikan bahwa untuk pemberangkatan umrah harus melihat kondisi eskalasi politik di Saudi," katanya.
Ia pun meminta pengelola biro perjalanan haji dan umrah di Sulsel tidak hanya berorientasi pada jadwal keberangkatan, tetapi juga memastikan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama.
Ikbal mengingatkan penyelenggara perjalanan agar mempertimbangkan kondisi keamanan secara cermat sebelum memutuskan memberangkatkan calon jemaah ke Tanah Suci.
"Jangan sampai teman-teman pimpinan travel membuka perjalanan umrahnya, ternyata eskalasi politik di Saudi belum turun. Kami harap kepada pimpinan travel untuk tidak merugikan jemaah. Pandai-pandai melihat eskalasi politik di Saudi," tegasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga:Berapa Biaya Haji 2027 di Kota Makassar? Lebih Mahal dari Aceh