Pengusaha Sulsel Terjepit! DPR: Industri Hari Ini Sudah Dicekik dari Semua Sisi

Pelaku industri saat ini berada dalam posisi yang sangat sulit

Muhammad Yunus
Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:41 WIB
Pengusaha Sulsel Terjepit! DPR: Industri Hari Ini Sudah Dicekik dari Semua Sisi
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini [SuaraSulsel.id/Tim Media DPR RI]
Baca 10 detik
  • Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meninjau beban industri Sulawesi Selatan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
  • Pelaku usaha tertekan akibat pajak tinggi, pendapatan menurun, serta pasokan dan harga solar yang bermasalah.
  • Komisi VII DPR berkomitmen membawa temuan lapangan tersebut ke dalam agenda legislasi dan penganggaran APBN.

SuaraSulsel.id - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyoroti beratnya beban biaya pelaku industri di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VII bersama Pemerintah Provinsi Sulsel dan jajaran kementerian mitra pada Jumat (9/10).

Dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu 11 Oktober 2026, Novita mengatakan bahwa para pelaku industri saat ini berada dalam posisi yang sangat sulit.

Kondisi tersebut disebabkan kombinasi kewajiban pajak yang tinggi, penurunan pendapatan, serta gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

“Pelaku industri hari ini itu sudah dicekik dari semua sisi, dari pajak, dari pendapatan, cari duit itu katanya sekarang susah sekali,” katanya.

Baca Juga:Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk

Legislator dari komisi DPR yang membidangi UMKM itu menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan dan tingginya harga BBM solar di lapangan kini menjadi masalah krusial bagi keberlangsungan dunia usaha di Sulsel.

Hambatan tersebut turut dirasakan langsung oleh sektor jasa logistik hingga pabrik-pabrik dalam rantai pasok manufaktur.

Menurutnya, kondisi tersebut kian memprihatinkan karena lonjakan biaya operasional tidak dapat diimbangi dengan menaikkan harga produk di tingkat konsumen akibat terbatasnya daya beli masyarakat saat ini.

“(Pengusaha, red.) tidak bisa menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat kita tidak bisa dipaksa,” ujarnya.

Melalui kunjungan reses ini, ujar dia, Komisi VII DPR RI berkomitmen membawa aspirasi dan temuan lapangan ke dalam agenda legislasi, pengawasan, dan penganggaran APBN demi menciptakan iklim usaha yang adil, sehat, dan berdaya saing di wilayah Indonesia Timur.

Baca Juga:PAN Sulsel Panaskan Mesin Pemilu 2029, Target 5 Kursi DPR RI dan 10 DPRD

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini