- Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meninjau beban industri Sulawesi Selatan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
- Pelaku usaha tertekan akibat pajak tinggi, pendapatan menurun, serta pasokan dan harga solar yang bermasalah.
- Komisi VII DPR berkomitmen membawa temuan lapangan tersebut ke dalam agenda legislasi dan penganggaran APBN.
SuaraSulsel.id - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyoroti beratnya beban biaya pelaku industri di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VII bersama Pemerintah Provinsi Sulsel dan jajaran kementerian mitra pada Jumat (9/10).
Dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu 11 Oktober 2026, Novita mengatakan bahwa para pelaku industri saat ini berada dalam posisi yang sangat sulit.
Kondisi tersebut disebabkan kombinasi kewajiban pajak yang tinggi, penurunan pendapatan, serta gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
“Pelaku industri hari ini itu sudah dicekik dari semua sisi, dari pajak, dari pendapatan, cari duit itu katanya sekarang susah sekali,” katanya.
Baca Juga:Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk
Legislator dari komisi DPR yang membidangi UMKM itu menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan dan tingginya harga BBM solar di lapangan kini menjadi masalah krusial bagi keberlangsungan dunia usaha di Sulsel.
Hambatan tersebut turut dirasakan langsung oleh sektor jasa logistik hingga pabrik-pabrik dalam rantai pasok manufaktur.
Menurutnya, kondisi tersebut kian memprihatinkan karena lonjakan biaya operasional tidak dapat diimbangi dengan menaikkan harga produk di tingkat konsumen akibat terbatasnya daya beli masyarakat saat ini.
“(Pengusaha, red.) tidak bisa menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat kita tidak bisa dipaksa,” ujarnya.
Melalui kunjungan reses ini, ujar dia, Komisi VII DPR RI berkomitmen membawa aspirasi dan temuan lapangan ke dalam agenda legislasi, pengawasan, dan penganggaran APBN demi menciptakan iklim usaha yang adil, sehat, dan berdaya saing di wilayah Indonesia Timur.
Baca Juga:PAN Sulsel Panaskan Mesin Pemilu 2029, Target 5 Kursi DPR RI dan 10 DPRD