- Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merotasi empat Kapolda di Sulawesi melalui Surat Telegram tertanggal 2 Oktober 2026.
- Keempat pejabat baru tersebut adalah Irjen M. Awal Chairuddin, Irjen Rizal Irawan, Irjen Totok Suharyanto, dan Irjen Nurworo Danang.
- Mutasi besar ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran tugas kepolisian di berbagai wilayah.
Dengan penugasan tersebut, Rizal akan memimpin Polda Sulawesi Tengah dan melanjutkan program kepolisian yang telah berjalan di wilayah tersebut.
Totok Suharyanto Pimpin Sulawesi Barat
Sementara di Sulawesi Barat, Kapolri menunjuk Irjen Pol. Totok Suharyanto sebagai Kapolda.
Nama Totok tercantum dalam daftar pergantian Kapolda dalam Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026.
Baca Juga:Kapolri Suyudi Ganti Kapolda Sulawesi Selatan
Pergantian ini menjadi bagian dari penyegaran kepemimpinan kepolisian di wilayah Sulawesi bagian barat.
Gorontalo Dipimpin Nurworo Danang
Di Gorontalo, jabatan Kapolda dipercayakan kepada Irjen Pol. Nurworo Danang.
Nurworo menjadi salah satu dari 19 pejabat yang mendapat penugasan baru dalam mutasi yang dilakukan Kapolri Suyudi.
Dengan demikian, dalam satu rangkaian mutasi tersebut terdapat empat Polda di kawasan Sulawesi yang mengalami pergantian Kapolda.
Baca Juga:Manusia Zaman Es di Sulawesi Konsumsi Buah Pinang Sejak Ribuan Tahun Silam, Lebih Tua dari Ganja
Empat Polda, Satu Gelombang Mutasi
Keempat pergantian tersebut merupakan bagian dari mutasi besar di tubuh Polri setelah Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Selain empat Polda di Sulawesi, rotasi juga mencakup Polda Metro Jaya, Maluku, Kepulauan Riau, Riau, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi.
Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujar Johnny.