Kenapa Unismuh Makassar Jadi PTS Terbaik di Kawasan Timur Indonesia ?

Unismuh berada di peringkat 72 Indonesia, 1.416 Asia, dan 3.807 dunia

Muhammad Yunus
Jum'at, 04 September 2026 | 09:37 WIB
Kenapa Unismuh Makassar Jadi PTS Terbaik di Kawasan Timur Indonesia ?
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar tercatat sebagai perguruan tinggi swasta dengan peringkat tertinggi di Kawasan Timur Indonesia dalam Webometrics Ranking Web of Universities edisi Juli 2026 [SuaraSulsel.id/Unismuh Makassar]
Baca 10 detik
  • Unismuh Makassar meraih peringkat pertama perguruan tinggi swasta di Kawasan Timur Indonesia dalam pemeringkatan Webometrics Juli 2026.
  • Indikator utama yang menjadi kekuatan Unismuh adalah *Visibility* dengan capaian peringkat 1.830 dunia melalui konten digital.
  • Unismuh menghadapi tantangan meningkatkan indikator *Excellence* dan *Openness* melalui penguatan kualitas publikasi ilmiah serta sitasi riset.

SuaraSulsel.id - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar tercatat sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan peringkat tertinggi di Kawasan Timur Indonesia dalam Webometrics Ranking Web of Universities edisi Juli 2026.

Webometrics bekerja dengan mengevaluasi kualitas, visibilitas, dan dampak kehadiran digital sebuah perguruan tinggi melalui analisis website resminya.

Pemeringkatan ini dikelola oleh Cybermetrics Lab, kelompok riset dari lembaga riset publik terbesar di Spanyol, yaitu CSIC (Consejo Superior de Investigaciones Científicas).

Mereka merilis daftar peringkat ini dua kali setahun (Januari dan Juli) dengan mencakup puluhan ribu institusi di seluruh dunia.

Baca Juga:Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat

Mengutip dari laman unismuh.ac.id Unismuh berada di peringkat 72 Indonesia, 1.416 Asia, dan 3.807 dunia.

Posisi tersebut sekaligus menempatkan Unismuh Makassar sebagai PTS dengan peringkat tertinggi jika kawasan timur Indonesia mencakup Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Di Sulawesi Selatan, Unismuh berada di posisi ketiga secara keseluruhan setelah Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar. Sementara di antara PTS di Sulsel, Unismuh menempati posisi teratas.

Lantas, apa yang membuat Unismuh mampu berada di posisi tersebut?

Salah satu jawabannya terlihat dari indikator yang menjadi kekuatan utama Unismuh dalam pemeringkatan Webometrics, yakni Visibility.

Baca Juga:Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi

Jejak Digital Jadi Kekuatan Unismuh

Dalam metodologi Webometrics edisi Juli 2026, terdapat tiga indikator utama yang digunakan, yakni Visibility, Excellence, dan Openness.

Visibility memiliki bobot terbesar, yakni 50 persen. Indikator ini mengukur pengaruh konten institusi melalui tautan eksternal yang mengarah ke domain perguruan tinggi.

Pada indikator tersebut, Unismuh berada di peringkat 1.830 dunia. Posisi ini relatif lebih baik dibandingkan peringkat keseluruhan Unismuh yang berada di posisi 3.807 dunia.

Artinya, keberadaan dan konten digital Unismuh telah memiliki daya jangkau yang cukup kuat di luar lingkungan internal kampus.

Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda mengatakan capaian tersebut patut disyukuri, tetapi tidak boleh hanya dipahami sebagai keberhasilan mengejar angka pemeringkatan.

Menurutnya, kekuatan digital kampus harus menjadi sarana agar pengetahuan yang dihasilkan sivitas akademika dapat ditemukan, dibaca, digunakan, dan dirujuk oleh masyarakat maupun komunitas akademik.

“Kita tentu bersyukur Unismuh berada pada posisi tertinggi di antara PTS Kawasan Timur Indonesia. Tetapi yang lebih penting bagi kami bukan sekadar nomor peringkat. Pertanyaannya adalah apakah ilmu, penelitian, inovasi, dan pengabdian yang kita hasilkan benar-benar hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Rakhim, Kamis (3/9/2026).

Karena itu, ia menilai website universitas tidak cukup hanya dipenuhi informasi kegiatan dan pemberitaan institusi.

Website harus menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menemukan penelitian dosen, jurnal, repositori, inovasi mahasiswa, hasil pengabdian, hingga berbagai karya akademik Unismuh.

“Website universitas harus menjadi pintu masuk menuju pengetahuan. Orang harus dapat menemukan penelitian dosen, jurnal, repositori, inovasi mahasiswa, hasil pengabdian, dan berbagai karya akademik Unismuh melalui ruang digital kita,” katanya.

Bukan Sekadar Banyak Konten

Kekuatan Visibility tersebut tidak berdiri sendiri. Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Burhanuddin mengatakan reputasi digital harus ditopang oleh substansi akademik.

Menurutnya, semakin banyak orang menemukan Unismuh di ruang digital, semakin besar pula tuntutan agar informasi yang tersedia benar-benar memiliki kualitas akademik.

“Visibility yang baik adalah modal, tetapi tidak boleh berdiri sendiri. Semakin banyak orang menemukan Unismuh di ruang digital, semakin besar pula tanggung jawab kita memastikan bahwa yang mereka temukan adalah konten akademik yang bermutu, data yang kredibel, penelitian yang dapat dirujuk, dan inovasi yang memiliki dampak,” ujarnya.

Karena itu, pencapaian Webometrics bukan semata hasil kerja tim teknologi informasi maupun humas.

Fakultas, program studi, pengelola jurnal, perpustakaan, lembaga penelitian, dosen, dan mahasiswa ikut menentukan seberapa kuat jejak digital sebuah universitas.

Jurnal yang dikelola dengan baik, repositori yang terbuka, penelitian yang dikutip, profil peneliti yang tertata, hingga konsistensi penggunaan afiliasi akademik menjadi bagian dari ekosistem tersebut.

“Peringkat universitas sesungguhnya merupakan hasil akumulasi kerja banyak orang. Jurnal yang dikelola dengan baik, repositori yang terbuka, penelitian yang disitasi, profil peneliti yang rapi, hingga konsistensi penggunaan afiliasi semuanya saling berhubungan,” jelasnya.

Tantangan Berikutnya: Naik Kelas di Publikasi

Meski Visibility menjadi kekuatan Unismuh, data Webometrics juga menunjukkan masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan.

Pada indikator Excellence yang memiliki bobot 40 persen, Unismuh berada di peringkat 5.589 dunia. Indikator ini menggambarkan keberadaan publikasi perguruan tinggi dalam kelompok karya ilmiah dengan dampak sitasi tinggi.

Sementara indikator Openness yang berbobot 10 persen menempatkan Unismuh di peringkat 4.027.

Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof Hartono Bancong, mengatakan angka tersebut harus dibaca sebagai alat untuk mengetahui posisi dan pekerjaan rumah institusi.

“Data ini memberi pesan yang cukup jelas. Visibilitas Unismuh sudah relatif kuat, sehingga pekerjaan berikutnya adalah memastikan visibilitas itu semakin ditopang oleh publikasi yang memiliki pengaruh akademik tinggi,” kata Hartono.

Menurutnya, peningkatan Excellence tidak cukup dengan memperbanyak jumlah artikel ilmiah.

Penelitian harus memiliki pertanyaan yang relevan, metodologi yang kuat, kolaborasi yang luas, serta diterbitkan melalui kanal ilmiah yang tepat sehingga memiliki peluang lebih besar untuk dibaca dan disitasi.

“Kita harus bergeser dari sekadar banyak publikasi menuju publikasi yang dibaca, digunakan, dan memengaruhi perkembangan ilmu. Di situlah tantangan Excellence berada,” ujarnya.

Unismuh selanjutnya akan memperkuat kolaborasi penelitian, publikasi internasional, keterlacakan afiliasi, profil peneliti, repositori institusi, serta pemanfaatan basis data akademik terbuka.

Dengan demikian, posisi Unismuh sebagai PTS dengan peringkat tertinggi di kawasan timur bukan hanya ditentukan oleh seberapa sering nama kampus muncul di internet.

Kekuatan Visibility menjadi salah satu modal utama, sementara kualitas penelitian, publikasi, keterbukaan pengetahuan, dan dampak akademik menjadi pekerjaan berikutnya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan posisi tersebut.

Webometrics sendiri terus mengembangkan metodologinya. Pemeringkatan ini mulai dikembangkan pada 2004 oleh Isidro F. Aguillo bersama Cybermetrics Lab CSIC, Spanyol.

Dalam perkembangannya, Webometrics semakin menekankan aspek visibilitas, dampak penelitian, dan keterbukaan pengetahuan.

Sumber data untuk keterbukaan akademik juga berkembang, termasuk penggunaan OpenAlex sebagai basis data ilmiah terbuka yang memuat informasi publikasi, penulis, institusi, dan sitasi.

Karena itu, Webometrics kini tidak tepat lagi dipandang sekadar sebagai “ranking website kampus”.

Bagi Unismuh, capaian tersebut justru menjadi indikator bahwa jejak digital kampus sudah memiliki daya jangkau yang kuat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa jejak tersebut semakin banyak diisi karya ilmiah yang berkualitas, terbuka, dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini