Muhammad Yunus
Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:35 WIB
Ilustrasi: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) dihadang pihak kepolisian saat menggelar aksi menuju kawasan Bundaran HI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 36 kelompok berencana menggelar unjuk rasa di berbagai titik Kota Makassar pada 28 Oktober 2026.
  • Aksi massa tersebut mengangkat beragam isu mulai dari Hari Sumpah Pemuda hingga evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Penyebaran lokasi aksi unjuk rasa di sejumlah ruas jalan utama berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.

DPP Elang Timur Indonesia juga merencanakan aksi terkait pelayanan kesehatan di RSIA Paramount Makassar, dengan titik aksi di kantor BPJS, Dinas Kesehatan Kota Makassar, dan rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Barisan Aktivis Kerakyatan Mahasiswa (BARAK) Sulsel mengangkat dugaan penjualan minuman beralkohol yang tidak sesuai dengan izin di Toko Yabo, Mamajang. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.

Isu Sumpah Pemuda dan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran

Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi salah satu isu yang paling banyak tercantum dalam rencana aksi. Sejumlah kelompok mahasiswa dan organisasi kepemudaan menjadwalkan aksi di kawasan Jalan AP Pettarani, Jalan Sultan Alauddin, flyover, GOR Sudiang, hingga Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin.

Di sisi lain, beberapa kelompok menjadikan momentum tersebut untuk menyampaikan kritik politik.

Komite Rakyat Demokratik (KOMRAD) mengusung isu “Gugat Rezim Prabowo-Gibran”. Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa dan Aliansi Unismuh Satu juga merencanakan aksi yang menyoroti dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar turut mengangkat isu dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran serta dugaan pungutan liar dalam pelayanan pengurusan SIM, STNK, dan BPKB di Sulawesi Selatan.

Selain isu politik, persoalan ketenagakerjaan turut menjadi perhatian. Serikat Karyawan Yin Jin Internasional merencanakan aksi terkait persoalan ketenagakerjaan di perusahaan tersebut.

FSP NIBA KSPSI Sulsel juga menjadwalkan aksi di Kantor Pertamina Regional VII untuk menyuarakan persoalan ketenagakerjaan di PT Lambang Azas Mulia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar

Sejumlah ruas jalan berpotensi padat

Sebaran titik aksi di sejumlah ruas jalan utama berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas, terutama di kawasan Jalan AP Pettarani, Jalan Sultan Alauddin, Jalan Urip Sumoharjo, flyover, GOR Sudiang, dan akses menuju Bandara Sultan Hasanuddin.

Kepadatan juga berpotensi terjadi di sekitar Kantor DPRD Sulsel, Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, serta Monumen Mandala apabila massa berkumpul sesuai rencana.

Data tersebut merupakan rencana aksi yang dihimpun untuk Rabu, 28 Oktober 2026. Jumlah peserta, waktu pelaksanaan, dan pergerakan massa di lapangan dapat berubah sesuai perkembangan situasi.

Masyarakat yang hendak melintasi kawasan tersebut disarankan memantau informasi lalu lintas dan mempertimbangkan jalur alternatif, khususnya pada siang hingga sore hari.

Load More