- Asosiasi rumput laut Indonesia, Tiongkok, dan Filipina menyepakati kerja sama industri di Quanzhou pada Oktober 2026.
- Delegasi Indonesia menandatangani nota kesepahaman perdagangan karbon rumput laut Sargassum dengan perusahaan Tiongkok.
- ARLI menyoroti regulasi Uni Eropa dan Amerika Serikat yang dapat memengaruhi perdagangan internasional produk turunan.
ARLI juga menyoroti agenda evaluasi lima tahunan oleh United States Department of Agriculture (USDA) terhadap agar dan karagenan.
Isu tersebut menjadi perhatian karena kebijakan dan evaluasi regulasi di pasar internasional dapat memengaruhi pemanfaatan bahan baku rumput laut serta peluang perdagangan produk turunannya.
Teken MoU Perdagangan Karbon Rumput Laut Sargassum
Selain membahas penguatan industri, ARLI menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan salah satu perusahaan di Tiongkok terkait perdagangan karbon untuk rumput laut jenis Sargassum.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari penjajakan peluang pengembangan nilai ekonomi rumput laut melalui skema perdagangan karbon.
Meski demikian, rincian mekanisme kerja sama, nilai transaksi, dan tahapan implementasinya belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia.
Delegasi ARLI Hadir Bersama CAIA dan SIAP
Delegasi ARLI yang mengikuti simposium tersebut terdiri atas Ketua Umum Safari Azis, Kepala Bidang Organisasi dan Keanggotaan Asdar Marsuki, serta Kepala Bidang Komunikasi dan Humas Indra Santoso.
Dari CAIA, hadir Wakil Presiden Prof. Liu Tao, Sekretaris Jenderal Guo Qing Dai, dan Direktur Eksekutif Eric Wu.
Baca Juga: Bukan ke DPR, Masyarakat KTI Lebih Senang Salurkan Aspirasi di Media Sosial
Sementara itu, SIAP diwakili Ketua Alfredo A. Pedrosa III dan Asisten Jomar Pedrosa.
Pertemuan tiga asosiasi tersebut diharapkan memperkuat hubungan antarprodusen rumput laut di Asia sekaligus membuka peluang kolaborasi riset, pengembangan produk, dan perdagangan yang lebih luas di pasar global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Viral Ikan Asin Disemprot Baygon, Alumni Perikanan Unhas Tawarkan Solusi Aman
-
Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon
-
Musik Timur Resmi Bikin Sejarah Baru di AMI Awards 2026
-
Uang Negara Rp40,75 Triliun Mengalir di Sulsel, Begini Rincian Penggunaannya
-
Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar