Muhammad Yunus
Senin, 19 Oktober 2026 | 13:29 WIB
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memaparkan hasil kinerja bersama di Hari Jadi Sulsel ke-357 Tahun [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Provinsi Sulawesi Selatan merayakan Hari Jadi ke-357 pada 19 Oktober 2026 dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi mencapai 5,59 persen.
  • Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengumumkan program infrastruktur senilai Rp3,7 triliun untuk pembangunan jalan, irigasi, dan rumah sakit.
  • Badan Pusat Statistik mencatat penurunan jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan menjadi 669,63 ribu orang pada Maret 2026.

SuaraSulsel.id - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memperingati Hari Jadi ke-357 dengan membawa sejumlah catatan capaian pembangunan.

Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional, penurunan jumlah penduduk miskin, hingga program pembangunan infrastruktur senilai Rp3,7 triliun.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, peringatan tahun ini mengusung tema “Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur”.

Tema tersebut sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sulsel dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nasional Tahun 2026.

Sudirman mengatakan pembangunan tidak semestinya hanya tercermin dalam angka statistik. Hasilnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan dan gizi anak, akses jalan yang memperlancar aktivitas ekonomi, hingga terbukanya peluang usaha di wilayah kepulauan dan pelosok desa.

"Seluruh muara dari investasi SDM, ketahanan pangan, dan jaringan infrastruktur adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang produktif dan inklusif, yakni pertumbuhan yang dirasakan manfaatnya secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat," kata Sudirman pada Rapat Paripurna Hari Jadi Sulsel ke 357 tahun, Senin, 19 Oktober 2026.

Ekonomi Tumbuh 5,59 Persen

Salah satu capaian yang disoroti pemerintah provinsi adalah pertumbuhan ekonomi Sulsel sebesar 5,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Triwulan II 2026.

Sudirman menyebut pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata nasional. Kinerja ekonomi Sulsel ditopang sejumlah sektor unggulan, antara lain pertanian, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.

Baca Juga: Darmawangsyah Muin Belum Jadi Bupati Gowa Definitif, Ternyata Ini Kendalanya

Sektor pertanian tetap menjadi salah satu pilar utama perekonomian daerah, terutama dalam mendukung ketahanan pangan. Sementara itu, sektor konstruksi turut mendorong konektivitas antarwilayah, sedangkan industri pengolahan diharapkan memperkuat nilai tambah komoditas lokal.

Di sisi kesejahteraan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk miskin di Sulsel pada Maret 2026 tercatat sebanyak 669,63 ribu orang atau 7,24 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun 15,51 ribu orang dibandingkan September 2025.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulsel pada Mei 2026 juga tercatat sebesar 4,66 persen. Turun 0,29 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur melalui Gini Ratio mencapai 0,355 pada Maret 2026. Angka tersebut membaik dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 0,363.

Capaian lainnya terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam tiga tahun terakhir, IPM Sulsel meningkat dari 74,60 pada 2023 menjadi 75,18 pada 2024, lalu mencapai 75,92 pada 2025.

Peningkatan IPM mencerminkan perbaikan pada dimensi kesehatan, pengetahuan, dan standar hidup layak masyarakat.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok. Inflasi tahunan Sulsel pada September 2026 tercatat sebesar 3,75 persen.

Untuk mengantisipasi tekanan harga, Pemprov Sulsel memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.

Rp3,7 Triliun untuk Jalan, Irigasi, dan Rumah Sakit

Di sektor infrastruktur, Pemprov Sulsel mengandalkan program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 dengan nilai anggaran Rp3,7 triliun.

Program tersebut mencakup perbaikan dan peningkatan kualitas jalan sepanjang 1.000 kilometer, rehabilitasi jaringan irigasi yang melayani sekitar 54 ribu hektare sawah, serta pembangunan dua rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu.

Pembangunan jalan diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, termasuk menghubungkan kawasan wisata, industri, pelabuhan, dan bandara.

Adapun rehabilitasi irigasi diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.

Pemprov Sulsel juga mendorong penanganan kemacetan perkotaan, optimalisasi sumber daya air, rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat kurang mampu dan korban bencana, serta penyediaan akses listrik berbasis energi baru terbarukan di wilayah kepulauan.

Untuk memperkuat konektivitas transportasi, pemerintah provinsi turut merencanakan peningkatan layanan Trans Sulsel yang mengintegrasikan moda kereta api, bandara, dan pelabuhan.

Kolaborasi untuk Pembangunan

Memasuki usia ke-357, Andi Sudirman menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, lembaga, organisasi, media, dunia usaha, dan akademisi untuk menjaga momentum pembangunan.

Menurutnya, penguatan ekonomi harus berjalan beriringan antara sisi produksi dan pengeluaran.

Peningkatan produktivitas tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, penciptaan iklim investasi yang kondusif, percepatan belanja pemerintah, serta perluasan pasar ekspor dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Ia berharap capaian pembangunan tidak berhenti pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja, menjaga daya beli, dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat hingga wilayah terpencil.

"Pembangunan yang kita laksanakan harus semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat," ujarnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More