Muhammad Yunus
Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:05 WIB
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Makassar semakin memburuk hingga membahayakan kesehatan. Pemerintah berencana menerapkan pembelajaran daring untuk siswa [SuaraSulsel.id/Foto Courtesy: Maman Sukirman]
Baca 10 detik
  • Dinas Pendidikan Sulsel menyiapkan opsi pembelajaran daring bagi sekolah jika paparan asap karhutla semakin memburuk.
  • BMKG Makassar mencatat konsentrasi partikel PM2.5 mencapai 150,5 mikrogram per meter kubik pada 15 Oktober 2026.
  • Gubernur Sulsel mengimbau seluruh warga memakai masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan akibat kabut asap.

Partikel PM2.5 menjadi perhatian karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polutan ini berisiko lebih besar bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Pemerintah Kota Makassar juga telah menggelar rapat koordinasi penanganan pencemaran udara dan kabut asap pada Rabu 14 Oktober 2016.

Dalam rapat tersebut, penurunan kualitas udara Makassar menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian.

Gubernur Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman turut mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Ia menyebut kualitas udara yang memburuk turut dipengaruhi asap kiriman dari sejumlah wilayah yang mengalami karhutla.

"Ya, saya minta untuk semua pakai masker dulu, karena ISPU-nya agak tinggi. Ini banyak kiriman memang kita dari kiri kanan," kata Andi Sudirman, Kamis, 15 Oktober 2026.

Andi Sudirman juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.

Sementara itu, warga yang pekerjaannya mengharuskan berada di luar ruangan diminta sebisa mungkin menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Baca Juga: SK Pemberhentian Bupati Gowa di Tangan Gubernur Sulsel, Ini Tahapan Berikutnya

"Makanya mungkin kita semua menjaga. Ketika sering keluar, diminimalkan, kecuali yang memang banyak kegiatan di luar, seperti pekerja proyek, pengemudi, atau pekerja bangunan yang tidak bisa berada di dalam ruangan. Kami berharap sebisanya untuk menggunakan masker," ujarnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More