- Warga menemukan bom pesawat peninggalan Jepang di Desa Malimpung, Kabupaten Pinrang, pada 10 Oktober 2026.
- Benda berbahaya berukuran besar tersebut berhasil dimusnahkan oleh Tim Gegana Brimob melalui tiga tahap peledakan.
- Pemusnahan dilakukan karena bom memiliki potensi daya ledak yang dapat menghancurkan bangunan dalam radius 200 meter.
Potensi bahaya bom itu juga tidak bisa dianggap sepele. Syahril menyebut ledakan bom tersebut diperkirakan dapat berdampak terhadap bangunan di sekitarnya dalam radius sekitar 200 meter.
"Itu sekitar 200 meter bisa menghancurkan bangunan di sekitar ketika ditembakkan," ungkapnya.
Setelah penemuan dilaporkan, Tim Subden Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Sulsel turun tangan untuk menangani benda tersebut.
Petugas kemudian melakukan pemusnahan pada Minggu, 11 Oktober 2026 dengan prosedur khusus untuk memastikan tidak ada lagi potensi bahaya dari bom tersebut.
Syahril mengatakan proses pemusnahan dilakukan melalui tiga tahap peledakan. Setiap tahap dilakukan untuk memastikan bom benar-benar hancur dan lokasi aman sebelum petugas meninggalkan tempat kejadian perkara.
"Jadi tiga kali peledakan itu kita pastikan betul-betul aman. Dari peledakan pertama, kedua, sampai ketiga kita pastikan betul-betul aman, sehingga ketika kami pulang nanti tidak terjadi apa-apa di TKP," jelasnya.
Kepala Desa Malimpung, Muhammad Sahrir menambahkan kawasan tersebut memang kerap didatangi orang yang mencari benda-benda antik peninggalan Jepang.
Ia mengaku keberadaan benda-benda bersejarah itu diduga berkaitan dengan aktivitas militer Jepang di wilayah tersebut pada masa perang.
Sahrir menyebut di kawasan Malimpung terdapat lokasi yang dikenal sebagai lapangan udara.
Baca Juga: Tim Jibom Masih Temukan 8 Bom Sisa Perang Dunia II di Biak
Selain itu, ada pula kampung bernama Pangkalan yang menurut cerita warga diduga berkaitan dengan pangkalan militer pada masa pendudukan Jepang.
"Ada lapangan udara di sini itu katanya peninggalan Jepang. Makanya juga di kampung sebelah itu ada namanya Pangkalan, Kampung Pangkalan. Itu mungkin pangkalan waktu penjajahan Jepang," sebutnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah
-
Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun
-
Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang
-
Gara-gara Asap, 1.070 Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Gagal Terbang
-
Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu