Eko Faizin
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:23 WIB
Ilustrasi Geng Motor. [Suara.com/Ema]
Baca 10 detik
  • Keluarga korban menolak pernyataan Kapolrestabes Makassar mengenai dugaan keterlibatan korban dalam kelompok geng motor pada Jumat (9/10/2026).
  • Polrestabes Makassar menyatakan penyerangan di Jalan Perintis Kemerdekaan pada Minggu (4/10/2026) melibatkan dua kelompok geng motor.
  • Kepolisian mengamankan sembilan belas terduga pelaku penyerangan yang menyebabkan satu korban jiwa dan satu luka berat.

SuaraSulsel.id - Keluarga korban dalam penyerangan yang diduga melibatkan kelompok geng motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan membantah pernyataan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana.

Arya sebelumnya menyebut insiden tersebut bermula dari pertemuan dua kelompok motor menggunakan istilah COD.

Pihak keluarga menilai informasi yang disampaikan polisi tidak sesuai dengan apa yang mereka ketahui mengenai korban.

Mereka pun mengaku telah menyampaikan protes kepada kepolisian terkait pemberitaan kasus tersebut.

"Saya sudah protes ke polisi. (Pernyataan) Kapolres piti kana-kanae (ngawur)," ujar Tiara, kakak salah satu korban saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).

Ia juga meminta agar pemberitaan mengenai kasus itu, termasuk yang telah dimuat SuaraSulsel.id dihapus karena dinilai menyebarkan informasi yang simpang siur.

"Hapus ki itu. Saya saudara korban Farel, jangan keluarkan berita simpang siur. Saya sudah konfirmasi sama Polrestabes," ucapnya.

Bantahan serupa disampaikan Muhammad Ilham, kerabat Muhammad Akmal, pemuda berusia 24 tahun yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Ia menegaskan bahwa menurut pengetahuannya korban bukan bagian dari geng motor.

Ilham mengakui korban memiliki pergaulan yang luas. Namun, ia meragukan korban terlibat dalam aktivitas kriminal seperti yang dikaitkan dengan peristiwa penyerangan tersebut.

"Setahu saya beliau orang baik. Bergaul iya bergaul, tapi untuk melakukan tindakan kriminal kemungkinan besar tidak," ujarnya.

Ilham juga menyatakan pihak keluarga berencana menggelar aksi untuk menuntut penangkapan terduga pelaku yang menyebabkan kerabatnya meninggal dunia.

Polisi Sebut Berdasarkan Hasil Penyelidikan

Menanggapi bantahan keluarga, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar mengatakan keterangan yang disampaikan kepolisian didasarkan pada informasi yang diperoleh dalam proses penyelidikan terhadap pelaku, korban, dan saksi.

Ia menyebut hasil penyelidikan mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok motor Tabe 22 dan Warmen 27 dalam insiden tersebut.

Load More