Eko Faizin
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:16 WIB
Gambaran kualitas udara di kota Makassar pada Jumat, 9 Oktober 2026. Masyarakat diminta untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyatakan kualitas udara Kota Makassar terganggu karena polusi kiriman angin pada 9 Oktober 2026.
  • BMKG Sulsel melaporkan peningkatan konsentrasi PM2.5 di Makassar disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan dari dalam serta luar wilayah.
  • Warga kelompok sensitif di Kota Makassar disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan karena kualitas udara memburuk.

SuaraSulsel.id - Kualitas udara di Kota Makassar yang memburuk turut disinggung Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, Jumat (9/10/2026).

Andi yang mengaku sedang tidak sehat saat menghadiri agenda bersama anggota Komisi VII DPR RI, meminta maaf karena suaranya terdengar serak.

Ia kemudian mengaitkan kondisi udara Makassar dengan polusi yang terbawa angin dari wilayah barat dan timur.

"Mohon maaf, Bapak/Ibu, suara saya sedikit merdu. Maklum kualitas udara di Makassar sedang terganggu karena kiriman (polusi) dari barat dan timur," ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan belakangan ini, Sudirman memang terlihat mengalami gangguan kesehatan, seperti flu dan batuk, disertai suara serak.

Sementara itu, data kualitas udara Makassar menunjukkan konsentrasi polutan meningkat sejak malam sebelumnya.

Berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir pada Jumat pukul 13.34 WITA, indeks kualitas udara atau US AQI berada di angka 97, mendekati batas atas kategori sedang.

Adapun polutan utama yang terdeteksi adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 33,9 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut diprakirakan memburuk menjelang malam. Berdasarkan prakiraan per jam IQAir, indeks kualitas udara diprediksi menembus angka 100 mulai pukul 16.00 Wita dan mencapai 114 pada pukul 20.00 WITA.

Pada tingkat tersebut, kualitas udara masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Prakiraan harian juga menunjukkan kualitas udara berpotensi tetap berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif selama beberapa hari ke depan.

Indeks AQI diperkirakan mencapai 107 pada Jumat, meningkat menjadi 119 pada Sabtu (10/10), sebelum turun ke angka 106 pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Asap Karhutla dari Luar dan Dalam Sulsel

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha mengatakan peningkatan konsentrasi PM2.5 telah terpantau sejak malam sebelumnya.

Setelah sempat menurun ke level sedang, konsentrasi partikel halus tersebut kembali meningkat hingga masuk kategori tidak sehat.

Load More