- Kualitas udara Kota Makassar pada Senin, 5 Oktober 2026 pagi berada dalam kategori sedang dengan AQI 59.
- Kondisi udara berkabut di Makassar disebabkan oleh kiriman asap akibat kebakaran hutan dan lahan dari luar daerah.
- Gubernur Sulsel mengimbau para pekerja di luar ruangan untuk memakai masker demi menghindari dampak polusi udara tersebut.
SuaraSulsel.id - Langit Kota Makassar belakangan tampak berkabut. Kondisi tersebut turut membuat masyarakat mengeluhkan kualitas udara yang dirasakan menurun dalam beberapa hari terakhir.
Data kualitas udara pada Senin , 5 Oktober 2026 pagi menunjukkan kondisi udara Makassar berada dalam kategori sedang atau Moderate.
Berdasarkan data IQAir pada pukul 10.00 Wita, indeks kualitas udara (AQI) Makassar berada di angka 59. Polutan utama yang terdeteksi adalah partikulat halus PM2.5 dengan konsentrasi 13,4 mikrogram per meter kubik.
Pada waktu yang sama, suhu udara Makassar tercatat sekitar 30 derajat Celsius, kelembapan 47 persen, dengan kecepatan angin sekitar 4 kilometer per jam.
Dengan AQI 59, kualitas udara Makassar belum masuk kategori buruk. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan khususnya oleh kelompok yang sensitif terhadap polusi udara.
Kelompok tersebut antara lain anak-anak, lansia, orang dengan gangguan pernapasan, serta masyarakat yang sensitif terhadap paparan partikulat.
Kondisi udara juga diproyeksikan sedikit memburuk menjelang sore. AQI diperkirakan mencapai angka 62 sekitar pukul 17.00 Wita meski masih berada dalam kategori Moderate.
Kecepatan angin diperkirakan meningkat cukup signifikan pada siang hari. Dari sekitar 4 kilometer per jam pada pukul 10.00 Wita, angin diperkirakan mencapai sekitar 28 kilometer per jam pada pukul 13.00 Wita.
Angin yang lebih kuat dapat membantu penyebaran dan pengenceran polutan di udara sehingga konsentrasi partikulat tidak semakin terakumulasi. Namun, kondisi berkabut yang belakangan terlihat di Makassar disebut bukan semata-mata akibat aktivitas di dalam kota.
Baca Juga: MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Sulsel, Andi Kasman mengatakan terdapat indikasi asap dari luar daerah yang terbawa hingga ke wilayah Sulawesi Selatan.
"Kalau kualitas udara memang kalau kita lihat beberapa hari terakhir itu terindikasi memang ada kiriman asap dari daerah," kata Kasman, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurutnya kondisi tersebut berkaitan dengan masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia seperti Kalimantan.
"Karena sebagaimana kita lihat bersama, di beberapa wilayah di Indonesia kan masih terjadi karhutla juga. Sehingga mungkin berpengaruh dengan kondisi udara yang ada di Sulawesi Selatan," ujarnya.
Kasman menyebut pantauan citra satelit juga menunjukkan adanya kemungkinan pergerakan massa udara dari wilayah lain menuju Sulawesi.
"Melihat pantauan citra juga seperti itu, mungkin ada arah angin yang mungkin dari Kalimantan ke Sulawesi, sehingga mungkin itu yang menyebabkan kondisi di wilayah Sulawesi agak berkabut sedikit," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Blunder Fatal PT Pos Indonesia, Bupati Gowa Duga Ada Sabotase di Balik Putusan MA
-
Begini Kualitas Udara Kota Makassar Senin 5 Oktober, Gubernur: Pakai Masker!
-
MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?
-
Andi Sudirman Lantik Andi Winarno Eka Putra Sebagai Pj Sekda Provinsi Sulsel
-
Indriyanto Nugroho Ungkap 'Musuh Tersembunyi' Bisa Hancurkan Karier Pesepak Bola Muda Indonesia