Mobil pemadam kebakaran terbalik di Jalan Poros Makassar-Parepare, Kampung Bujung Batue, Kelurahan Labakkang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026) [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
- Tiga petugas Damkar Pangkep gugur akibat mobilnya terguling saat menuju lokasi kebakaran hutan pada September 2026.
- Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Poros Makassar-Parepare setelah pengemudi berupaya menghindari kendaraan tronton yang berada di depannya.
- Polisi telah mengamankan kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut serta menyelidiki lebih lanjut penyebab peristiwa nahas itu.
Akibat kecelakaan tersebut, dua petugas meninggal dunia di tempat, sedangkan petugas lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Polisi telah mengamankan mobil pemadam yang mengalami kecelakaan dan masih menyelidiki penyebab peristiwa tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun
-
Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur
-
Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu
-
Cegah Korupsi di Kampus UNM, Farida Patittingi: SPI Jangan Ragu