- Hasbiah, penyanyi KM Virgo Transport 8 asal Maros, hilang dalam insiden kapal tenggelam di Laut Jawa pada Minggu dini hari, 13 September 2026.
- Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu mengangkut 243 orang, dengan korban selamat 108 orang dan enam meninggal dunia.
- Hingga Rabu, 16 September 2026, tim SAR gabungan masih memperluas pencarian 129 korban hilang menggunakan teknologi bawah air.
SuaraSulsel.id - Malam itu, suara putrinya masih terngiang di kepala Hasnah (60 tahun).
Bukan percakapan panjang. Hanya beberapa kalimat yang sampai kini terus diputar ulang dalam ingatannya. Sebelum KMP Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam.
Hasbiah (34), putri Hasnah menelepon pada Sabtu malam, 12 September 2026 malam. Dari seberang telepon, perempuan yang bekerja sebagai penyanyi di kapal itu meminta ibunya terus mendoakannya.
Hasbiah juga menitipkan sesuatu yang membuat dada Hasnah sesak hingga sekarang. Ia meminta sang ibu menjaga keempat anaknya.
"Kapal yang kunaiki, Kapal Virgo ini sudah miring Ummi. Jaga cucu-cucuta," kata Hasbiah ketika itu.
Hasnah tak pernah menyangka percakapan tersebut akan menjadi komunikasi terakhirnya dengan sang putri.
Empat hari berlalu. Hasbiah belum ditemukan.
Di rumahnya di Kabupaten Maros, Hasnah hanya mampu menunggu kabar. Doa menjadi satu-satunya yang bisa ia lakukan.
Tidurnya tak lagi lelap. Setiap ada telepon masuk, harapannya kembali tumbuh sekaligus disertai kecemasan tentang kabar yang mungkin datang.
Baca Juga: Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8
Ia masih berharap perempuan berusia 34 tahun itu ditemukan dalam keadaan selamat.
"Dia bilang saat itu lagi diinfus karena sakit gara-gara ombak kencang," kenang Hasnah sambil terisak.
Percakapan itu terjadi ketika KM Virgo Transport 8 sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut kemudian mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026 dini hari.
Kapal terbalik dan tenggelam ketika sebagian penumpang sedang terlelap. Hasbiah berada di dalam kapal tersebut.
Ia bukan penumpang biasa. Perempuan asal Maros itu bekerja sebagai penyanyi yang menghibur para penumpang selama pelayaran.
Pekerjaan itu sudah dilakoni Hasbiah sejak lama. Bahkan jauh sebelum ia menikah.
"Dia sudah lama bekerja sebagai penyanyi. Dari sebelum menikah," kata Hasnah.
Setiap mendapat pekerjaan di kapal, Hasbiah biasanya harus meninggalkan rumah selama sekitar satu bulan.
Pekerjaan itu menjadi bagian dari kehidupannya sekaligus cara untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Namun, keberangkatan terakhir Hasbiah sempat membuat Hasnah berat hati.
Sang ibu sebenarnya sudah meminta putrinya tidak berangkat.
Bukan tanpa alasan. Anak bungsu Hasbiah baru berusia empat bulan ketika ibunya harus kembali bekerja di kapal.
"Waktu baru mau berangkat anaknya yang terakhir menangis keras. Mungkin kalau bisa bicara dia tidak izinkan pergi," kenangnya.
Hasbiah memiliki empat anak. Anak sulungnya kini duduk di bangku SMP. Anak keduanya masih bersekolah di SD. Anak ketiganya berusia lima tahun. Sedangkan si bungsu masih bayi, baru berusia empat bulan.
Kini, keempat anak itu menunggu kepulangan ibunya.
Di tengah penantian tersebut, Hasnah hanya bisa kembali kepada doa. Ia berharap pencarian di Laut Jawa membawa pulang putrinya, perempuan yang selama ini pergi bekerja meninggalkan empat anak demi mencari nafkah.
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal tersebut terbalik dan tenggelam pada Minggu dini hari.
Operasi pencarian dan pertolongan masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Hingga Rabu, 16 September 2026 siang, setelah empat hari operasi, sebanyak 114 penumpang dan awak kapal telah ditemukan dan dievakuasi.
Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat. Enam lainnya meninggal dunia.
Masih ada 129 orang yang belum ditemukan. Mereka adalah bagian dari total 243 penumpang dan kru yang berada dalam pelayaran tersebut.
Pencarian pun terus diperluas. Basarnas menyiapkan operasi pencarian bawah air dengan melibatkan penyelam, remotely operated vehicle (ROV), serta sonar untuk menyisir lokasi kapal tenggelam di Laut Jawa.
Sejumlah penumpang yang berhasil selamat bahkan menduga sebagian korban yang belum ditemukan masih berada di dalam badan kapal yang kini berada dalam kondisi terbalik.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
-
Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'
-
Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga
-
Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang