Suhardiman
Rabu, 16 September 2026 | 12:15 WIB
BEM FST USN Kolaka. [Ist]
Baca 10 detik
  • BEM FST USN Kolaka menyoroti banjir di Lamedai, Kabupaten Kolaka, yang berdampak pada warga sejak November 2025 hingga Mei 2026.
  • Mahasiswa menuntut pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, memberikan solusi konkret, serta menjamin transparansi penanganan banjir.
  • Massa aksi mendokumentasikan dugaan kekerasan dan mendesak jaminan keamanan serta perlindungan hukum bagi setiap penyampaian pendapat.

SuaraSulsel.id - Persoalan banjir di wilayah Lamedai, Kabupaten Kolaka, menjadi perhatian mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (BEM FST) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menyampaikan sikap terkait banjir dan kondisi masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

Bagi BEM FST USN Kolaka, persoalan banjir di Lamedai bukan merupakan persoalan yang dapat dipandang sebagai kejadian sesaat. Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun, kejadian banjir dalam rentang November 2025 hingga Mei 2026 berdampak terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat.

Hal ini membuat mahasiswa melalui BEM FST USN Kolaka turun menyuarakan aspirasi. Mereka mendesak adanya perhatian serta langkah nyata dari pihak-pihak terkait dalam menangani persoalan banjir dan mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi.

Dalam proses penyampaian aspirasi tersebut, massa aksi juga mendokumentasikan adanya tindakan kekerasan terhadap peserta aksi.

BEM FST USN Kolaka menilai bahwa penyampaian pendapat di muka umum harus tetap mendapatkan jaminan keamanan serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat dan mahasiswa.

BEM FST USN Kolaka menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan.

Aspirasi yang disampaikan bukan semata-mata bentuk kritik, tetapi merupakan upaya untuk mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan agar mengambil langkah konkret terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat.

Lima Tuntutan BEM FST USN Kolaka

Dalam sikapnya, BEM FST USN Kolaka menyampaikan sejumlah tuntutan:

Pertama, mendorong pemerintah dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab serta penanganan banjir di Lamedai.

Kedua, memastikan adanya solusi konkret dan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Ketiga, meminta adanya transparansi dan keterbukaan terkait kebijakan maupun langkah penanganan persoalan banjir.

Keempat, mengecam segala bentuk kekerasan dalam proses penyampaian aspirasi, serta mendorong dilakukannya evaluasi terhadap tindakan aparat di lapangan.

Kelima, menjamin kebebasan menyampaikan pendapat sebagaimana menjadi bagian dari hak masyarakat dan mahasiswa dalam kehidupan demokrasi.

BEM FST USN Kolaka mengajak seluruh pihak untuk tidak mengabaikan persoalan yang terjadi. Penyelesaian masalah banjir membutuhkan kerja bersama, kajian yang komprehensif, serta keberpihakan terhadap keselamatan dan kepentingan masyarakat.

Load More