- BEM FST USN Kolaka menyoroti banjir di Lamedai, Kabupaten Kolaka, yang berdampak pada warga sejak November 2025 hingga Mei 2026.
- Mahasiswa menuntut pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, memberikan solusi konkret, serta menjamin transparansi penanganan banjir.
- Massa aksi mendokumentasikan dugaan kekerasan dan mendesak jaminan keamanan serta perlindungan hukum bagi setiap penyampaian pendapat.
SuaraSulsel.id - Persoalan banjir di wilayah Lamedai, Kabupaten Kolaka, menjadi perhatian mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (BEM FST) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menyampaikan sikap terkait banjir dan kondisi masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
Bagi BEM FST USN Kolaka, persoalan banjir di Lamedai bukan merupakan persoalan yang dapat dipandang sebagai kejadian sesaat. Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun, kejadian banjir dalam rentang November 2025 hingga Mei 2026 berdampak terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat.
Hal ini membuat mahasiswa melalui BEM FST USN Kolaka turun menyuarakan aspirasi. Mereka mendesak adanya perhatian serta langkah nyata dari pihak-pihak terkait dalam menangani persoalan banjir dan mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi.
Dalam proses penyampaian aspirasi tersebut, massa aksi juga mendokumentasikan adanya tindakan kekerasan terhadap peserta aksi.
BEM FST USN Kolaka menilai bahwa penyampaian pendapat di muka umum harus tetap mendapatkan jaminan keamanan serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat dan mahasiswa.
BEM FST USN Kolaka menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan.
Aspirasi yang disampaikan bukan semata-mata bentuk kritik, tetapi merupakan upaya untuk mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan agar mengambil langkah konkret terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat.
Lima Tuntutan BEM FST USN Kolaka
Dalam sikapnya, BEM FST USN Kolaka menyampaikan sejumlah tuntutan:
Pertama, mendorong pemerintah dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab serta penanganan banjir di Lamedai.
Kedua, memastikan adanya solusi konkret dan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Ketiga, meminta adanya transparansi dan keterbukaan terkait kebijakan maupun langkah penanganan persoalan banjir.
Keempat, mengecam segala bentuk kekerasan dalam proses penyampaian aspirasi, serta mendorong dilakukannya evaluasi terhadap tindakan aparat di lapangan.
Kelima, menjamin kebebasan menyampaikan pendapat sebagaimana menjadi bagian dari hak masyarakat dan mahasiswa dalam kehidupan demokrasi.
BEM FST USN Kolaka mengajak seluruh pihak untuk tidak mengabaikan persoalan yang terjadi. Penyelesaian masalah banjir membutuhkan kerja bersama, kajian yang komprehensif, serta keberpihakan terhadap keselamatan dan kepentingan masyarakat.
Berita Terkait
-
Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar
-
Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu
-
'Mereka Membantah, Kami Membuktikan', Kuasa Hukum Pelapor Siap Lawan Bantahan Betrand Peto
-
Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi
-
Betrand Peto Bantah Lakukan Pelecehan Seksual: ANW Tiba-Tiba Masuk ke Ruang Karaoke
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
-
Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'
-
Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga
-
Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang