- Tim Resmob Polda Sulsel menangkap perempuan berinisial AY di sebuah hotel di Makassar pada Sabtu, 12 September 2026.
- AY ditangkap atas kasus dugaan penggelapan puluhan mobil mewah yang melibatkan sindikat dan merugikan banyak korban.
- Kasus ini berkembang setelah seorang anggota DPRD Bantaeng dan dua polisi aktif dilaporkan diduga ikut terlibat.
SuaraSulsel.id - Kasus dugaan penggelapan puluhan mobil mewah di Sulawesi Selatan tak berhenti pada perempuan berinisial AY (34).
Setelah AY ditangkap, muncul dugaan keterlibatan seorang anggota DPRD Bantaeng dan dua polisi aktif dalam kasus tersebut.
AY ditangkap tim Resmob Polda Sulsel bersama Reskrim Polresta Gowa saat sedang merayakan ulang tahunnya di sebuah hotel di Makassar.
Ia diamankan pada Sabtu, 12 September 2026, dini hari. Saat ditangkap, dia berada di dalam sebuah kamar hotel di kawasan Jalan Monumen Emmy Saelan, Makassar, bersama seorang pria berinisial M (38).
Penangkapan itu sempat berlangsung tegang. Petugas bahkan terlibat adu mulut dengan kuasa hukum AY yang tiba di lokasi dan mempertanyakan proses penangkapan terhadap kliennya.
Dalam penggerebekan tersebut, M disebut melakukan perlawanan dan mengancam petugas menggunakan sebilah badik. Sementara Ayu sempat bersembunyi di dalam kamar mandi.
Petugas akhirnya membawa keduanya ke Mapolresta Gowa untuk menjalani pemeriksaan.
Mobil Korban Terus Dicari
Penangkapan AY membuat kasus dugaan penggelapan kendaraan tersebut semakin terbuka.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
Puluhan korban yang mengaku kehilangan mobil kini terus berdatangan ke Mapolresta Gowa.
Mereka mempertanyakan keberadaan kendaraan yang sebelumnya diserahkan kepada Ayu, namun hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Salah satu korban, Irsan Daeng Sempo (45), mengaku kehilangan puluhan mobil rental miliknya. AY diduga menjalankan aksinya dengan berpura-pura menyewa mobil.
Tak hanya itu, ada pula kendaraan yang sebelumnya digadaikan oleh pemiliknya. Namun, ketika hendak ditebus, mobil tersebut justru sudah tidak diketahui keberadaannya.
Kasus tersebut diduga bukan baru berlangsung dalam hitungan bulan. Sindikat ini disebut telah beroperasi selama bertahun-tahun dengan melibatkan sejumlah pihak.
Salah satu fakta yang kini mencuat adalah dugaan keterlibatan seorang anggota DPRD Kabupaten Bantaeng berinisial AB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga
-
Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang
-
BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi
-
Telkom Akses Buka Suara soal Insiden Kecelakaan Kerja Mitra di Gowa
-
Kepergok Kuasai 4 Mobil Mewah, Anggota DPRD Bantaeng Dilaporkan ke Polisi