Muhammad Yunus
Minggu, 13 September 2026 | 10:42 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat mengecek langsung pelayanan BBM di SPBU Pertamina Jalan A.P. Pettarani, Sabtu 12 September 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberlakukan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM subsidi di seluruh SPBU pada 13 hingga 20 September 2026.
  • Kebijakan pembatasan dan pengaturan jadwal pengisian BBM tersebut bertujuan untuk mengurai antrean panjang yang mengganggu mobilitas masyarakat.
  • Gubernur Sulsel meminta tambahan kuota BBM kepada Pertamina serta menertibkan distributor ilegal bersama pihak kepolisian.

Di sisi lain, Pertamina diminta melakukan sejumlah inovasi untuk mempercepat pelayanan.

Langkah yang didorong antara lain menambah jam operasional, memastikan SPBU yang telah ditetapkan beroperasi 24 jam benar-benar menjalankan jam layanan tersebut, menambah armada mobil tangki (MT), memastikan stok BBM tersedia di SPBU, hingga menerapkan digitalisasi antrean.

Kebijakan tersebut diambil saat antrean BBM masih terjadi hingga Minggu, 13 September 2026.

Pengendara harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan BBM.

Kondisi itu tidak hanya menyita waktu, tetapi juga mulai mengganggu mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Gubernur Minta Kuota BBM Ditambah

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk meminta tambahan kuota BBM bagi Sulsel.

"Kami juga bersama kepolisian menyisir dan mengejar pelanggar termasuk distributor ilegal BBM dari subsidi ke industri yang bukan peruntukannya," kata Andi Sudirman.

Selain tambahan kuota, Pertamina juga akan menyediakan bypass pengisian melalui modular SPBU di kawasan CPI. Langkah tersebut diharapkan dapat menambah titik layanan sekaligus membantu mengurai antrean.

Baca Juga: SPBU Baru Akan Dibangun di Kawasan CPI Hari Ini

Pemerintah bersama kepolisian juga melakukan penertiban terhadap pihak-pihak yang diduga menyalahgunakan BBM subsidi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi antrean yang dalam beberapa hari terakhir semakin panjang di sejumlah SPBU.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More