- Pemprov Sulawesi Selatan bersama Pertamina memasang SPBU modular di kawasan CPI Makassar pada 13 September 2026 untuk mengurai antrean BBM.
- Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mendesak pemerintah pusat dan Pertamina untuk meningkatkan kuota bahan bakar minyak akibat kenaikan permintaan.
- Pemerintah bersama Pertamina melakukan sidak di Jalan AP Pettarani untuk mengoptimalkan penggunaan seluruh nozzle SPBU pada Sabtu, 12 September 2026.
Pengadaan SPBU modular tersebut menjadi salah satu bagian dari langkah Pemprov Sulsel dalam menangani persoalan antrean BBM.
Selain menambah titik pelayanan melalui SPBU modular, Pemprov Sulsel juga mendesak Pertamina dan pemerintah pusat meningkatkan kuota BBM untuk Sulawesi Selatan.
Andi Sudirman mengatakan permintaan BBM di Sulsel mengalami peningkatan. Menurut dia, kebutuhan yang sebelumnya berada di kisaran 700 kini telah mencapai lebih dari 1.000.
“Kita akan meminta ke kementerian menambah kuota ke Sulsel karena banyak permintaan. Dulunya 700, sekarang 1.000-an lebih. Memang ada peningkatan,” katanya.
Semua Nozzle SPBU Diminta Dioptimalkan
Langkah lainnya dilakukan melalui optimalisasi fasilitas yang sudah tersedia di SPBU.
Andi Sudirman bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali melakukan inspeksi mendadak di SPBU Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (12/9/2026).
Sidak tersebut dilakukan setelah pemerintah bersama Pertamina melakukan evaluasi penyaluran BBM selama dua hari.
Dari pemantauan itu, pemerintah masih menemukan sejumlah nozzle yang perlu ditertibkan dan dioptimalkan penggunaannya.
Baca Juga: Antrean BBM Makin Panjang, Wali Kota Makassar Datangi Pertamina: Tolong Cari Jalan Keluar!
“Kita kembali melakukan pemantauan kondisi setelah evaluasi dua hari. Kita melihat pertama, kita temukan di lapangan adanya nozzle yang perlu ditertibkan. Kita mendorong untuk mengaktifkan semua nozzle agar bisa digunakan,” kata Andi Sudirman.
Pemprov Sulsel juga mendorong Pertamina melakukan inovasi dalam pengaturan nozzle agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk untuk pelayanan Pertalite maupun Pertamax.
Dengan demikian, SPBU modular di CPI, penambahan kuota BBM, dan optimalisasi seluruh nozzle SPBU menjadi rangkaian langkah yang didorong pemerintah untuk menambah kapasitas pelayanan sekaligus mengurangi antrean BBM di Makassar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan