Muhammad Yunus
Kamis, 10 September 2026 | 07:30 WIB
Suasana antrean panjang konsumen untuk bisa memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin sulit, di SPBU Jalan Aroepala (Eks Letjen Hertasning) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026) malam SuaraSulsel.id/ANTARA/Dokumentasi DPRD Sulsel]
Baca 10 detik
  • Pimpinan DPRD Sulsel mendesak PT Pertamina menstabilkan BBM dan elpiji setelah bertemu di Makassar pada Rabu.
  • Antrean panjang kendaraan di SPBU Sulawesi Selatan terjadi akibat peningkatan permintaan dan dugaan informasi palsu.
  • DPRD Sulsel meminta Pertamina memperketat pengawasan distribusi elpiji subsidi untuk mencegah penyelewengan harga ke luar daerah.

"Kenaikan demand dari sektor-sektor pariwisata, logistik, dan itu juga memiliki peranan yang cukup besar. Stok selalu kami suplai ke SPBU, tidak pernah putus setiap hari, tetapi antrean terus saja terjadi," katanya.

Ia mengatakan Pertamina terus menyuplai stok ke SPBU setiap hari, tetapi tidak dapat mengendalikan perilaku konsumen yang menurutnya turut memengaruhi antrean.

Rainier juga meminta bantuan tokoh masyarakat untuk mengimbau warga tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar terkait ketersediaan dan harga BBM serta elpiji.

"Tadi malam di SPBU, kami sampai jam 3 pagi itu masih ada antrean. Dan itu tidak wajar. Ada semacam menyampaikan informasi sepertinya tidak sesuai kebenaran. Informasi dari petugas kami menanyakan ke konsumen, ada informasi atau berita beredar akan ada kenaikan BBM dan Elpiji, dan itu tidak benar," katanya.

Load More