- Pemerintah Kota Makassar mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki untuk membantu 12.939 warga terdampak kekeringan sejak September 2026.
- Dinas Pekerjaan Umum membangun Sistem Penyediaan Air Minum di 18 titik guna mengatasi keterbatasan air baku secara berkelanjutan.
- BMKG memperkirakan musim kemarau berlangsung hingga akhir Oktober, sehingga pemerintah membuka layanan pengaduan darurat bagi warga.
Appi meminta masyarakat yang mengalami krisis air segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah kelurahan atau kecamatan.
"Kami berharap warga masyarakat yang membutuhkan air bersih melapor ke lurah masing-masing untuk memastikan di mana titik-titik yang akan diantarkan air kebutuhan air ini di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkannya," ujarnya.
Menurut Appi, pelaporan diperlukan agar pemerintah dapat memetakan wilayah yang benar-benar terdampak kekeringan. Dengan begitu, distribusi air tidak hanya terkonsentrasi di lokasi tertentu, tetapi dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan.
"Yang kita butuhkan masyarakat yang benar-benar terdampak yang mendapatkan air yang disiapkan oleh Pemerintah Kota," tegasnya.
PDAM Ikut Kerahkan Armada Tangki
Krisis air bersih juga membuat PDAM Makassar turun langsung memperkuat distribusi air kepada masyarakat.
Appi mengatakan, PDAM telah mengerahkan sejumlah armada tangki untuk memasok air ke permukiman warga di tengah menurunnya ketersediaan air baku.
"PDAM dengan berbagai macam, dengan begitu banyak armada sudah mulai turun ke tengah-tengah masyarakat untuk mengantarkan air melalui truk-truk pengantar air yang mereka miliki," jelasnya.
Menurut Appi, distribusi melalui mobil tangki merupakan langkah darurat yang harus dilakukan selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Baca Juga: 3.000 Kg Cabai Rawit di Makassar Dijual ke Sulawesi Utara
Namun, Pemkot Makassar menyadari persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan bantuan tangki air.
Pemerintah mulai memperkuat infrastruktur penyediaan air bersih di tingkat permukiman agar masyarakat memiliki sumber air yang lebih berkelanjutan.
Salah satunya melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Dinas PU Makassar disebut telah membangun SPAM di 18 titik. Pemerintah juga meminta camat dan lurah mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pembangunan SPAM baru.
"PU melalui 18 titik SPAM yang dibangun. Pak Camat kalau di Kecamatan Makassar membutuhkan pembangunan SPAM, langsung laporkan ke PU dan besok insyaallah akan disurvei untuk dibangun sistem SPAM yang bisa dilaksanakan di tempat ini," tutur Appi.
Kemarau Diperkirakan Berlangsung hingga Oktober
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar