- Sebanyak 136 siswa SMP Negeri 1 dan 2 Makale di Tana Toraja dirawat di tiga rumah sakit sejak 3 September 2026.
- Para korban mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis dari dapur SPPG Batupapan 1 pada tanggal 2 September 2026.
- Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja menyatakan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan.
Melihat keluhan yang muncul secara bersamaan, pihak sekolah segera melakukan koordinasi untuk memastikan siswa mendapat penanganan.
Sebagian siswa kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan. Bahkan, terdapat seorang siswa yang disebut sempat kehilangan kesadaran.
"Kami komunikasi dan langsung ditangani. Kemudian ada yang langsung dibawa ke rumah sakit karena sudah pingsan," ujarnya.
Yohanis menegaskan pihak sekolah belum berani menyimpulkan penyebab keluhan yang dialami para siswa. Termasuk dugaan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi sehari sebelumnya.
"Untuk penyebabnya kami belum berani menyampaikan apa yang benar-benar menjadi penyebabnya. Karena itu bukan kewenangan kami," katanya.
Dugaan tersebut, kata Yohanis, muncul karena keluhan terjadi secara massal. Terlebih, SMP Negeri 2 Makale yang menerima makanan dari dapur SPPG yang sama juga dilaporkan mengalami kejadian serupa.
"Tapi karena diduga ini massal, ada juga sekolah yang sama menerima. Mungkin kemungkinan itu (keracunan MBG), tapi secara pribadi saya belum berani mengatakan bahwa itu,” jelasnya.
Hanya Dicium, Tidak Dicicipi
Yohanis kemudian menjelaskan proses distribusi makanan MBG di SMP Negeri 1 Makale sehari sebelum para siswa mengalami keluhan.
Makanan dari SPPG Batupapan 1 tiba di sekolah sekitar pukul 11.00 Wita. Menu tersebut kemudian dibagikan kepada siswa sekitar pukul 12.00 Wita.
"Kemarin jam 11.00 pengantarannya ke sekolah. Dan makanannya itu jam 12.00, itu sudah rutin dibagikan," ujarnya.
Menurut Yohanis, menu yang diterima sekolah berupa nasi, ayam, perkedel dan sayuran, antara lain wortel.
Sebelum makanan dibagikan, terdapat petugas yang ditunjuk sebagai person in charge (PIC) untuk melakukan pengecekan awal terhadap makanan. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain dengan melihat kondisi dan mencium aroma makanan.
"Di sekolah itu kan ada PIC. PIC yang coba lihat, kemudian kami salurkan ke anak-anak,” kata Yohanis.
Namun, makanan tersebut tidak dicicipi terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa.
Berita Terkait
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG
-
Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban
-
Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo
-
Pemerintah Rajin Membuat Program, Apakah Hidup Rakyat Makin Membaik?
-
KPAI Desak Audit Transparan Dapur Makan Bergizi Gratis Usai Rentetan Kasus Keracunan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8
-
Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini
-
Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal
-
BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes