- Pemerintah kolonial Hindia Belanda resmi mengoperasikan jalur kereta api pertama sepanjang 47 kilometer yang menghubungkan Makassar dan Takalar pada 1 Juli 1923.
- Jalur kereta api kolonial tersebut akhirnya ditutup pada tahun 1930 akibat kalah bersaing dengan truk serta hantaman depresi ekonomi dunia.
- Masa pendudukan Jepang sempat melanjutkan pembangunan jalur rel di Sulawesi Selatan pada tahun 1944 untuk kepentingan perang, namun proyek ini terbengkalai.
Mimpi Rel di Celebes
Gagasan membangun jaringan kereta api di Sulawesi sebenarnya telah muncul sejak akhir abad ke-19.
Pemerintah Hindia Belanda melihat Celebes sebagai wilayah dengan kekayaan hasil bumi yang menjanjikan.
Kopi, beras, kelapa, cengkih, dan berbagai komoditas lainnya menjadi bagian dari perhitungan ekonomi pemerintah kolonial.
Persoalannya bukan semata bagaimana menghasilkan komoditas tersebut, tetapi bagaimana mengangkutnya dari wilayah produksi menuju pusat perdagangan dan pelabuhan.
Kereta api kemudian dipandang sebagai salah satu jawabannya.
Namun, kereta api tidak bisa berdiri sendiri. Rel membutuhkan jalan, jembatan, stasiun, dan berbagai infrastruktur pendukung. Semuanya membutuhkan biaya besar.
Pembicaraan mengenai pembangunan jalur kereta api di Sulawesi kembali mengemuka pada 1918 dan 1919.
Surat kabar De Locomotief edisi 28 November 1918 memberitakan pembahasan anggaran belanja modal untuk Kereta Api dan Trem Negara di Volksraad, atau Dewan Rakyat.
Baca Juga: Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI
Dalam pembahasan tersebut, anggaran ditambah 600.000 gulden untuk pembangunan jalur Takalar - Maros sehingga posnya mencapai 1 juta gulden.
Setahun kemudian, Het Vaderland edisi 12 April 1919 menyebut pembangunan jalur penghubung Takalar-Makassar-Maros sebagai salah satu proyek penting.
Saat itu, gagasan pemerintah kolonial bukan sekadar membuat satu jalur pendek. Mereka membayangkan sebuah jaringan kereta api yang dapat menghubungkan berbagai pusat produksi dan perdagangan di Sulawesi.
Menurut buklet Nederlandsch Indische Staatsspoor en Tramwegen yang terbit pada 1925, peninjauan terhadap calon jaringan kereta api di Sulawesi dilakukan dua kali, yakni pada 1915 dan 1917.
Hasilnya adalah rancangan jaringan yang cukup ambisius.
Dari Makassar, jalur direncanakan menuju Maros. Dari sana rel membentang ke utara menuju Sidrap dan Parepare, sebelum berbelok ke tenggara menuju Sengkang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Penampakan Mencekam Bendungan Bili-bili, 180 Ribu Pelanggan PDAM Terancam Krisis Air
-
Jukir Tikam Ojol Karena Cekcok Parkir Rp10 Ribu Ditangkap
-
Tancap Gas! Gubernur Sulsel Minta Tribun Selatan Stadion Sudiang Tetap Digeber
-
Sulsel Tempati Peringkat IV Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Bappenas
-
Puan Maharani Ungkap Alasan Pemberhentian Kapolri Listyo Sigit Prabowo