Muhammad Yunus
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:18 WIB
Dukungan psikososial melalui layanan Pojok Curhat yang dihadirkan Indonesia Sehat Jiwa (ISJ), Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia, bekerja sama dengan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Indonesia Sehat Jiwa dan Satbrimob Polda Sulsel meluncurkan layanan Pojok Curhat di Makassar untuk mengatasi tingginya masalah kesehatan mental.
  • Fasilitas tersebut menyediakan ruang aman dan dukungan psikologis awal berbasis digital serta tatap muka bagi masyarakat yang membutuhkan.
  • Program ini juga melibatkan edukasi anti-perundungan serta pelatihan teman sebaya guna memperluas akses bantuan di berbagai kalangan.

SuaraSulsel.id - Persoalan kesehatan mental semakin membutuhkan perhatian serius di Kota Makassar.

Tekanan pendidikan, persoalan keluarga, perundungan, masalah pekerjaan, kecemasan hingga kondisi krisis dapat dialami siapa saja, termasuk anak-anak, remaja, mahasiswa dan orang dewasa.

Di tengah kebutuhan tersebut, masyarakat kini memiliki tambahan ruang untuk mendapatkan dukungan psikososial melalui layanan Pojok Curhat yang dihadirkan Indonesia Sehat Jiwa (ISJ), Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia, bekerja sama dengan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan.

Layanan tersebut berada di Klinik Teratai Satbrimob Polda Sulsel, Makassar.

Pojok Curhat dirancang sebagai ruang aman bagi masyarakat yang membutuhkan tempat untuk berbicara dan mendapatkan dukungan awal ketika menghadapi persoalan psikologis maupun tekanan emosional.

Layanan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem dukungan kesehatan jiwa dan psikososial di Indonesia Timur.

Pojok Curhat, Ruang Aman untuk Mendapatkan Dukungan

Pojok Curhat dikembangkan dengan konsep pertolongan pertama psikologis atau Psychological First Aid.

Pendekatan ini menekankan dukungan awal kepada seseorang yang sedang mengalami tekanan atau situasi sulit.

Baca Juga: Kalau Nanti Di-bully Lagi Bagaimana? Tidak Akan Ada Mau Berteman dengan Saya

Masyarakat yang mengalami persoalan seperti tekanan akademik, konflik keluarga, perundungan, kecemasan maupun masalah emosional dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk memperoleh pendampingan awal.

Layanan juga diarahkan agar masyarakat tidak merasa takut atau malu ketika hendak mencari bantuan.

Selain layanan tatap muka, Pojok Curhat juga dikembangkan melalui dukungan secara digital sehingga akses terhadap pendampingan dapat diperluas.

Kehadiran layanan tersebut penting karena persoalan kesehatan mental tidak selalu terlihat secara kasatmata. Seseorang yang tampak baik-baik saja dapat saja sedang menghadapi tekanan psikologis yang berat.

Karena itu, mencari bantuan sejak dini menjadi bagian penting dalam mencegah kondisi berkembang menjadi krisis.

Mengapa Layanan Kesehatan Mental Dibutuhkan di Makassar?

Makassar merupakan salah satu kota metropolitan sekaligus pusat pendidikan terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Mobilitas penduduk, tekanan sosial, persoalan keluarga, kompetisi pendidikan dan pekerjaan membuat kebutuhan terhadap dukungan psikososial menjadi semakin penting.

Beban persoalan kesehatan jiwa juga tercermin dari data pelayanan kesehatan. RSKD Dadi Sulsel tercatat menangani lebih dari 13.292 pasien dengan gangguan jiwa.

Sementara itu, data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar menunjukkan peningkatan laporan kasus kekerasan dan perundungan. Jumlah laporan yang tercatat meningkat dari 520 kasus pada 2024 menjadi 1.222 kasus pada 2025.

Persoalan perundungan menjadi perhatian khusus karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi sosial korban, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan psikologis anak dan remaja.

Di tingkat nasional, data yang dikutip dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat 2.112 kasus bunuh diri sepanjang 2012–2023, dengan 985 kasus melibatkan kelompok usia remaja.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pencegahan krisis kesehatan mental membutuhkan pendekatan yang lebih luas.

Penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan layanan medis, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, komunitas dan lingkungan sosial.

Peer Buddy hingga Peer Brimob

Selain Pojok Curhat, program Indonesia Sehat Jiwa di Makassar juga mencakup edukasi kesehatan mental dan pencegahan perundungan.

Program Peer Buddy dikembangkan untuk membangun dukungan teman sebaya di lingkungan pendidikan.

Pelajar SD, SMP dan SMA diberikan edukasi mengenai anti-bullying serta dilibatkan sebagai Duta Anti Bully.

Pendekatan teman sebaya dinilai penting karena anak dan remaja sering kali lebih mudah bercerita kepada teman yang dianggap dekat dan memahami kondisi mereka.

Program serupa juga dikembangkan melalui pelatihan peer support untuk membentuk Duta Curhat Teman Sebaya di lingkungan pendidikan dan komunitas.

Kolaborasi dengan Satbrimob Polda Sulsel juga diarahkan untuk membentuk Peer Brimob, yakni dukungan teman sebaya khusus di lingkungan Satuan Brimob.

Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk internal, tetapi juga diarahkan agar anggota yang telah mendapatkan pembekalan dapat memberikan konseling dasar kepada masyarakat.

Pendampingan tersebut terutama penting ketika masyarakat menghadapi situasi bencana dan membutuhkan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) atau trauma healing.

Kesehatan Mental Bukan Persoalan yang Harus Dihadapi Sendiri

Ketua Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini, mengatakan persoalan kesehatan mental dan risiko bunuh diri membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Menurut dia, tenaga profesional tetap memiliki peran penting, tetapi jangkauan layanan kesehatan mental perlu diperluas melalui jejaring komunitas.

“Permasalahan kesehatan mental dan tingginya risiko bunuh diri tidak dapat kita selesaikan secara terisolasi. Mengandalkan tenaga medis profesional saja tidak cukup untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sofia.

Menurutnya, kolaborasi dengan Satbrimob Polda Sulsel menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap dukungan psikologis.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap individu yang sedang mengalami krisis emosional memiliki ruang aman untuk didengar dan didampingi,” katanya.

Ke depan, Indonesia Sehat Jiwa juga berencana mengembangkan sejumlah program di Sulawesi Selatan, mulai dari edukasi anti-bullying, penggunaan gadget secara bijak, pendidikan seks dasar, pelatihan peer support hingga pengembangan layanan hotline crisis untuk pendampingan individu dalam situasi darurat.

Ke Mana Harus Mencari Bantuan?

Bagi masyarakat Makassar yang sedang menghadapi tekanan psikologis dan membutuhkan tempat untuk berbicara, Pojok Curhat di Klinik Teratai Satbrimob Polda Sulsel menjadi salah satu pilihan layanan dukungan awal.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa dukungan psikologis awal bukan pengganti diagnosis atau terapi dari tenaga kesehatan profesional.

Jika persoalan yang dihadapi berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau membutuhkan penanganan medis, masyarakat sebaiknya melanjutkan konsultasi kepada psikolog, psikiater atau fasilitas kesehatan yang memiliki layanan kesehatan jiwa.

Yang terpenting, meminta bantuan bukan tanda kelemahan.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Semakin cepat seseorang mendapatkan dukungan ketika menghadapi persoalan psikologis, semakin besar pula peluang masalah tersebut ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Bagi keluarga, teman, guru dan lingkungan sekitar, satu hal sederhana juga dapat dilakukan: mau mendengar tanpa menghakimi.

Sebab, terkadang langkah pertama untuk menyelamatkan seseorang bukanlah memberikan nasihat, melainkan memastikan bahwa dia tahu bahwa dirinya tidak sendirian.

Informasi lebih lengkap mengenai pendaftaran layanan Pojok Curhat, website resmi indonesiasehatjiwa.com atau Instagram @indonesiasehatjiwa.

Instagram: @indonesiasehatjiwa. Narahubung / WhatsApp: 0811 3788 696 atau 0811 3788 898

Load More