- KM Mutiara Sentosa II rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan utara Pulau Sapudi pada Minggu, 2 Agustus 2026.
- Sebanyak 22 unit Vespa milik komunitas asal Makassar ikut hangus terbakar di dek kendaraan kapal tersebut.
- Menteri Perhubungan menyatakan kapal tidak tenggelam dan ratusan penumpang berhasil menyelamatkan diri meski proses evakuasi terkendala cuaca.
"Saya melompat sendiri, kalau anak pegangan terus sama bapaknya," tuturnya.
Kesaksian serupa disampaikan penumpang lain, Ahmad.
Menurutnya, kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang sopir truk turun ke dek kendaraan untuk memeriksa kendaraannya.
Tak lama kemudian, sopir tersebut berteriak histeris setelah melihat kobaran api.
"Awalnya ada sopir truk turun mengecek kendaraannya, lalu langsung menangis. Orang-orang di atas kemudian berteriak memberi informasi. Api sangat cepat membesar hingga masuk ke dek lima," ujarnya.
Api yang terus membesar membuat asap pekat memenuhi hampir seluruh bagian kapal.
Dalam kondisi panik, banyak penumpang mengenakan jaket pelampung dan memilih melompat ke laut demi menyelamatkan diri.
Mereka harus bertahan di tengah ombak yang dilaporkan mencapai sekitar empat meter sambil menunggu pertolongan dari kapal-kapal yang melintas.
Sejumlah sopir kendaraan hanya bisa menyaksikan truk dan mobil mereka hangus dilalap api tanpa sempat diselamatkan.
Baca Juga: Daftar Kapal Penyelamat Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
Kapal Tidak Tenggelam
Di tengah beredarnya informasi bahwa kapal karam, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meluruskan kondisi KM Mutiara Sentosa II.
Menurutnya, kapal tersebut tidak tenggelam, melainkan mengalami kebakaran hebat dan hingga kini masih terapung di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
"Kondisi kapal tidak tenggelam. Hanya terbakar saja dan masih mengapung. Api sudah padam, mungkin masih ada asap di dalam kapal," kata Dudy, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan proses evakuasi sempat menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya komunikasi dengan nahkoda yang terputus di tengah laut.
Selain itu petugas juga mengalami kesulitan memindahkan seluruh penumpang ke kapal lain karena kondisi cuaca dan keterbatasan armada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah