Eko Faizin
Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:31 WIB
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Faqih Fathurrahman]
Baca 10 detik
  • Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membuka Musda XI DPD I Golkar Sulawesi Selatan di Makassar, 18 Juli 2026.
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin absen dalam Musda, namun Bahlil menegaskan roda organisasi tetap berjalan melalui wakilnya.
  • Ilham Arief Sirajuddin menjadi calon tunggal Ketua DPD I Golkar Sulsel setelah mendapatkan diskresi khusus dari DPP partai.

"Saya hanya mendapat laporan dari Plt Ketua Golkar Sulsel bahwa yang mengembalikan formulir hanya satu orang. Saya tidak tahu apa yang terjadi di bawah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyinggung status IAS yang pernah meninggalkan Golkar dan bergabung dengan partai lain sebelum akhirnya kembali ke rumah lamanya.

Menurutnya, secara aturan internal Golkar terdapat syarat masa keanggotaan tertentu bagi kader yang ingin maju sebagai calon ketua.

Karena IAS belum genap lima tahun kembali menjadi kader Golkar, DPP harus mengeluarkan diskresi khusus agar pencalonannya dapat diterima.

"Kak Aco memang pernah hijrah ke partai lain dan sudah kembali sebelum saya menjadi ketua umum. Karena belum lima tahun, maka syaratnya saya keluarkan diskresi untuk pencalonannya," ungkap Menteri ESDM itu.

Di luar dinamika pencalonan, Bahlil menegaskan Musda Golkar Sulsel memiliki arti strategis bagi masa depan partai.

Ia menyebut Sulawesi Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung suara utama Golkar sekaligus barometer politik kawasan Indonesia Timur.

Karena itu, ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu mengembalikan kejayaan partai yang dalam beberapa pemilu terakhir mengalami tantangan cukup berat.

"Saya harus jujur mengatakan berbicara Partai Golkar di wilayah Timur, simpulnya adalah Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah Timur selalu mengambil contoh dari Sulawesi Selatan," katanya.

Menurut Bahlil, bukan hanya kekuatan elektoral yang membuat Sulsel penting bagi Golkar. Daerah ini juga selama puluhan tahun menjadi salah satu pusat lahirnya tokoh-tokoh politik nasional dari kawasan timur Indonesia.

Namun ia mengingatkan bahwa peta politik terus berubah seiring meningkatnya kompetisi antarpartai.

"Perubahan terus terjadi karena ada kompetisi. Ada proses keinginan untuk maju bersama-sama. Karena itu lewat Musda ini saya minta segera dirumuskan langkah-langkah yang terukur dan konsolidasi yang kuat untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan," tegasnya.

Bahlil menilai kebangkitan Golkar di Sulsel akan memberikan efek domino bagi daerah lain di kawasan timur Indonesia.

Sebab menurutnya, keberhasilan Golkar Sulsel selama ini kerap menjadi rujukan bagi pengurus partai di provinsi lain.

"Keinginan ini adalah keinginan kolektif. Keinginan seluruh kader, anggota DPR RI dari Sulsel, dan pengurus DPP Partai Golkar. Kalau Sulsel bisa bangkit, daerah-daerah lain di Indonesia Timur juga akan mengikuti," ucapnya.

Load More