- Pengendara Toyota Innova viral karena menerobos jalan beton yang masih dalam tahap pengerjaan di Jalan Aroepala, Makassar.
- Bapenda Sulsel belum menemukan pemilik kendaraan tersebut setelah mendatangi alamat terdaftar dan mencoba menghubunginya melalui telepon.
- Pemeriksaan data menunjukkan kendaraan tersebut memiliki tunggakan pajak yang cukup besar sejak Oktober tahun 2025 lalu.
Komentar serupa juga bermunculan dari warganet lain yang menyayangkan sikap pengendara tersebut.
"Tidak diperbaiki mengeluh, giliran diperbaiki malah bikin cepat rusak," tulis netizen lainnya.
Sorotan publik semakin meluas setelah sejumlah warganet menelusuri status kendaraan tersebut melalui aplikasi Basul Mobile milik Bapenda Sulsel. Hasil pengecekan menunjukkan mobil Toyota Innova itu memiliki tunggakan pajak kendaraan bermotor.
Berdasarkan data pada aplikasi pajak Bapenda Sulsel, kendaraan berkapasitas mesin 1.998 cc tersebut tercatat menunggak pajak sejak Oktober 2025 dengan total kewajiban mencapai Rp6.040.915.
Temuan tersebut kembali memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak yang menilai tindakan pengemudi semakin disayangkan karena selain melanggar aturan di lokasi proyek, kendaraan yang digunakan juga tercatat belum memenuhi kewajiban pajak.
"Sudah tidak bayar pajak, melanggar lagi. Benar-benar otaknya tidak dipakai," tulis salah seorang pengguna media sosial.
Sebagian warganet bahkan meminta pemerintah dan aparat terkait memberikan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan pengemudi tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini tengah menjalankan program keringanan pajak kendaraan bermotor yang berlaku mulai 1 Juni 2026.
Melalui program tersebut, tunggakan kendaraan Innova tersebut mendapat pengurangan sehingga jumlah yang harus dibayarkan menjadi Rp2.927.220 atau memperoleh diskon sebesar Rp3.113.695.
Baca Juga: Pengendara Pajero Nekat Terobos Proyek Jalan Aroepala, Ngaku Aparat Saat Ditegur Petugas
Kasus ini juga kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan di lokasi proyek infrastruktur. Pasalnya, jalan yang baru dicor membutuhkan waktu tertentu untuk mencapai kekuatan optimal sebelum dapat dilalui kendaraan.
Jika beton dilintasi sebelum mencapai umur pengerasan yang cukup, kualitas konstruksi dapat menurun. Permukaan jalan berpotensi mengalami kerusakan, bergelombang, hingga mengurangi umur layanan jalan yang telah dibangun.
Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat mematuhi rambu-rambu dan pembatas yang dipasang di lokasi proyek.
Selain demi keselamatan pengguna jalan, kepatuhan tersebut juga diperlukan agar hasil pembangunan dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045