- Pemprov Sulawesi Selatan berkomitmen meningkatkan akses pendidikan merata dan berkualitas di 24 kabupaten/kota pada peringatan Hardiknas 2 Mei.
- Pemerintah memperkuat sarana sekolah, program beasiswa bagi kelompok rentan, serta digitalisasi smart school untuk wilayah terpencil di Sulsel.
- Peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan pusat pelatihan vokasi dilakukan untuk mencetak lulusan siap kerja serta meningkatkan IPM daerah.
SuaraSulsel.id - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) untuk menegaskan komitmen menghadirkan layanan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas di seluruh wilayah.
Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim menegaskan bahwa pendidikan merupakan pelayanan dasar yang wajib dihadirkan negara bagi seluruh masyarakat.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam menekan angka anak tidak sekolah di Sulawesi Selatan.
"Pendidikan merupakan pelayanan dasar kepada masyarakat yang wajib diberikan oleh pemerintah. Ada sejumlah tantangan yang masih menjadi perhatian untuk diselesaikan bersama," ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Sulsel memperkuat kebijakan intervensi pendidikan yang menjangkau 24 kabupaten/kota.
Langkah konkret dilakukan melalui peningkatan daya tampung sekolah, khususnya jenjang SMA, dengan pembangunan unit sekolah baru, penambahan ruang kelas, rehabilitasi fasilitas, serta penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran.
Langkah ini sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di wilayah dengan tingkat partisipasi sekolah yang masih rendah.
Selain itu, Pemprov Sulsel mendorong transformasi pendidikan berbasis digital melalui program smart school.
Program ini menyasar sekolah di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses melalui pembelajaran daring guna meningkatkan pemahaman peserta didik, terutama dalam aspek literasi dan numerasi.
Baca Juga: 83 Ribu Anak Putus Sekolah di Sulsel, Ini Penyebab Utama
Lanjutnya, bahwa ini sesuai arahan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman agar pemerintah juga provinsi hadir melalui digitalisasi smart school.
"Pemerintah provinsi hadir melalui digitalisasi smart school dan pembelajaran daring untuk meningkatkan pemahaman peserta didik, baik literasi maupun numerasi," jelasnya.
Pemprov Sulsel juga memberikan dukungan melalui program beasiswa bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menjadi kewenangan provinsi. Program ini telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir dan ditargetkan menjadi prioritas hingga 2029.
Program beasiswa tersebut juga menyasar kelompok rentan untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam akses pendidikan.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pendidikan turut difokuskan pada penguatan kapasitas tenaga pendidik.
Pemprov Sulsel meningkatkan kompetensi guru, di beberapa bidang, termasuk bahasa Inggris dan bahasa Arab, serta pengembangan kapasitas peserta didik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Warga Makassar, Saatnya Wujudkan Impian Punya Rumah dan Kendaraan Lewat BRI Consumer Expo 2026
-
Ayah Asyik Nonton Piala Dunia, Anak Tewas Terjebak Kebakaran
-
Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Lawan Kejati: Kenapa Saya, Bukan Kepala Dinas?
-
Jeratan Rentenir di Tengah Krisis Iklim: Nasib Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
-
Viral Dentuman Musik Saat Disdik Sulsel Digeledah, Kepsek SMAN 25 Makassar Minta Maaf